Senin, 23 Mei 2022 13:30 WIB

Teori Konspirasi Baru, Bill Gates Disebut Dalang Wabah Cacar Monyet

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
FILE - In this Feb. 1, 2019, file photo, Bill Gates smiles while being interviewed in Kirkland, Wash. Washington states richest residents, including Gates and Jeff Bezos, would pay a wealth tax on certain financial assets worth more than $1 billion under a proposed bill whose sponsor says she is seeking a fair and equitable tax code. Under the bill, starting Jan. 1, 2022, for taxes due in 2023, a 1% tax would be levied not on income, but on extraordinary assets ranging from cash, publicly traded options, futures contracts, and stocks and bonds. (AP Photo/Elaine Thompson, File) Foto: AP/Elaine Thompson
Jakarta -

Lagi-lagi Bill Gates dikaitkan dengan dalang di balik munculnya wabah penyakit, kali ini terkait cacar monyet yang menyebar di luar Afrika barat dan tengah. Teori konspirasi terbaru viral di media sosial Twitter, menyatakan Bill Gates punya andil besar atas munculnya wabah cacar monyet.

Entah bagaimana teori itu bermula, cacar monyet sebenarnya bukan penyakit baru. Cacar monyet pertama kali dilaporkan di Afrika 1970 silam. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, gejala cacar monyet meliputi demam, nyeri, kelelahan, hingga ruam pada tubuh. Setidaknya satu dari 10 orang meninggal jika tertular.

Belakangan terungkap, teori konspirasi Bill Gates penyebab cacar monyet rupanya berkaitan dengan prediksinya setahun lalu. Pendiri Microsoft dan organisasi amal swasta Yayasan Bill & Melinda Gates itu sempat mengingatkan banyak negara pentingnya bersiap menghadapi kemungkinan pandemi setelah COVID-19 di masa depan.

Ia sebelumnya juga menekankan perlunya investasi untuk penelitian terkait kemungkinan wabah yang mengancam jiwa, demi menekan risiko penyebaran sejak dini. Sayangnya, bagi kaum teori konspirasi hal semacam ini diartikan sebaliknya.

Pernyataan Bill Gates yang sempat menyerukan pembentukan gugus tugas pandemi WHO terkait kemungkinan wabah berikutnya malah menjadi 'sasaran' kelompok konspirasi. Pernyataan kekhawatiran Bill Gates diklaim sebagian pengguna Twitter sebagai bukti dirinya tidak puas dengan pandemi yang diprediksi bakal segera berakhir.

Seperti diketahui, Bill Gates sebelumya juga sempat dituduh menanamkan microchip pada vaksin COVID-19.

Berikut cuitan konspirasi mengenai Bill Gates.

"Jadi AS membeli vax monkeypox seminggu yang lalu, dunia akan menandatangani perjanjian dengan WHO yang memberi mereka kendali penuh selama keadaan darurat kesehatan, Bill Gates memperingatkan kita tentang 'yang berikutnya', Monkeypox sekarang menjadi berita utama," tulis @Humanlty1o1, menggambarkan seolah tiga hal tersebut berhubungan.

"Davos, Perjanjian WHO, dan buku Bill Gates 'How to Prevent the Next Pandemic' cocok dengan laporan yang muncul tentang monkeypox," tulis trio dance-pop Inggris Right Said Fred.

"194 negara akan menyerahkan kedaulatan kepada WHO dan Bill Gates ... LSM, korps global, dan elit akan memutuskan bagaimana kita hidup!," cuit @Red_Pill_Led.

NEXT: Bantahan Pakar

Selanjutnya
Halaman
1 2