Epidemiolog Sebut Cacar Monyet Berpotensi Besar Masuk Indonesia

ADVERTISEMENT

Epidemiolog Sebut Cacar Monyet Berpotensi Besar Masuk Indonesia

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Senin, 23 Mei 2022 11:31 WIB
3D illustration. Genetic test in test tube.
Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage
Jakarta -

Negara tetangga Indonesia, Australia melaporkan kasus diduga cacar monyet pada pria yang baru saja melakukan perjalanan ke Eropa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga Sabtu (21/5) mencatat 12 negara melaporkan kasus cacar monyet di luar Afrika, terbanyak di Spanyol, Inggris, hingga Portugal.

Pakar epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai kemungkinan cacar monyet mewabah di Indonesia sangat besar. Mengingat Indonesia juga membuka perjalanan ke Eropa hingga Afrika.

"Tidak perlu panik, tetapi waspada penting. Bicara potensi masuk Indonesia jelas ada dan cukup besar ya potensinya, mengingat masa inkubasinya yang bisa lama sampai 3 mingguan sehingga potensi dia membawa virus tanpa disadari tentu besar," beber Dicky saat dihubungi detikcom Senin (23/5/20220.

Di sisi lain, Indonesia disebut Dicky memiliki reservoir binatang yang juga muncul di Afrika. Karenanya, risiko cacar monyet dilaporkan di Indonesia tak bisa dipungkiri.

Dicky mengimbau pemerintah untuk terus mengupayakan surveilans atau deteksi dini, belajar dari pandemi COVID-19.

"Kita belajar banyak dari pandemi COVID-19 yang antara lain memberi pesan kita harus perkuat surveilans di pintu masuk negara hingga di komunitas," pesan dia.

"Dengan cara skrining, dengan misalnya kita tahu ada faktor penyakit yang berpotensi wabah menjadi potensi public health crisis itu ada dalam list WHO, salah satunya adalah monkeypox ini," jelas Dicky.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT