Senin, 23 Mei 2022 13:00 WIB

WHO Ungkap Daftar 12 Negara Laporkan Cacar Monyet, Ada RI?

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
4K Resolution, Accidents and Disasters, Aggression, Backgrounds WHO: kasus cacar monyet sudah dikonfirmasi di 12 negara. Foto: Getty Images/iStockphoto/blackdovfx
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan 92 kasus konfirmasi cacar monyet dan 28 kasus lain masih diselidiki di berbagai negara, per Sabtu (21/5/2022).

Menurut laporan WHO kasus tersebut tersebar di 12 negara yang meliputi Amerika Serikat, Australia, Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, dan Inggris.

"Situasinya mulai berkembang dan WHO memperkirakan akan ada lebih banyak kasus cacar monyet yang diidentifikasi saat pengawasan meluas di negara-negara non-endemik," kata rilis berita WHO dikutip dari CNN, Senin (23/5/2022).

Meski saat ini belum ada vaksin spesifik untuk melindungi diri dari monkeypox atau cacar monyet, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut vaksin cacar ampuh melawan cacar monyet hingga 85 persen.

"Vaksin tersedia, tetapi pesan pentingnya bahwa Anda bisa memproteksi diri," kata David Heymann, pejabat tinggi WHO dan spesialis penyakit menular, dikutip dari CGTN (23/5/2022).

Sebagai informasi, cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Ada dua jenis virus penyebab cacar monyet, yakni berasal dari kelompok Afrika Barat dan Congo Basin (Afrika Tengah). Perbedaan di antara keduanya adalah virus dari Afrika Barat cenderung menyebabkan gejala lebih ringan.

"Infeksi pada manusia dengan clade Afrika Barat tampaknya menyebabkan gejala lebih ringan dibandingkan clade Congo Basin. Tingkat kematiannya sekitar 3,6 persen dibandingkan clade Congo Basin yang mencapai 10,6 persen," ungkap WHO.

Sudah Ada di RI?

Diberitakan sebelumnya, juru bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril menekankan Indonesia belum mengidentifikasi satupun kasus cacar monyet. Meski begitu, pemerintah disebutnya bakal meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk.

Masyarakat diimbau untuk tidak panik. "Semuanya harus waspada tapi jangan panik yang berlebihan. Saat ini kita selalu memantau perkembangan penyebarannya di negara-negara yang sudah ada kasusnya," beber Syahril saat dihubungi detikcom Sabtu (21/5/2022).

"Pengawasan di pintu masuk dari luar negeri. Selanjutnya diminta agar selalu disiplin protokol kesehatan yg selama ini sudah menjadi budaya sehat," sambung dia.



Simak Video "Mengenal Cacar Monyet yang Mewabah di Sejumlah Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)