Pilu, Curhat Ortu saat Anak Kena Hepatitis Akut hingga Harus Transplantasi Hati

ADVERTISEMENT

Pilu, Curhat Ortu saat Anak Kena Hepatitis Akut hingga Harus Transplantasi Hati

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Kamis, 26 Mei 2022 17:00 WIB
Ilustrasi anak dirawat di rumah sakit
Foto: Getty Images/iStockphoto/kan2d
Jakarta -

Dunia tengah dibuat khawatir dengan penyakit hepatitis akut isteirus. Penyakit ini menyebabkan banyak anak di beberapa negara, harus dirawat di rumah sakit, bahkan sampai butuh transplantasi hati.

Hal ini juga dialami anak berusia dua tahun bernama Fiadh Castle-Smith asal Inggris. Anak dari pasangan Natasha Castle-Smith dan Alisdari Castle-Smith, harus terbaring di rumah sakit akibat hepatitis akut misterius.

"Saya menangis sepanjang waktu... saya berpikir tentang pemulihan, dan saya berpikir dia (Fiadh) akan segera pulih," kata orangtua Fiadh kepada ITV News menceritakan momen memilukan saat Fiadh membutuhkan transplantasi hati, dikutip Kamis (26/5/202).

Awal Mula

Pada awal April lalu, Natasha memperhatikan bahwa kulit dan bagian putih mata anaknya, tampak menguning. Ia langsung membawa putrinya ke sebuah IGD salah satu rumah sakit di Dundonald, Belfast.

Tim medis di sana berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Wanita dan Anak Birmingham, salah satu rumah sakit pusat spesialis hati di Inggris. Setelah beberapa hari dirawat, akhirnya Fiadh dipindahkan ke rumah sakit di Birmingham tersebut dan langsung menjalani tes untuk mendapat transplantasi hati.

Dalam kurun waktu 72 jam, pihak rumah sakit akhirnya menemukan donor organ yang tepat.

"Saya ingat teman saya datang untuk melihat kondisi saya dan saya langsung jatuh di pelukannya. Saya berpikir, 'dia tidak boleh meninggal seperti ini, apa yang harus kita lakukan tanpanya?'," cerita Natasha.

Alami Ensefalopati

Saat menjalani perawatan, kondisi hati Fiadh menyebabkan serangan ensefalopati. Kondisi ini mempengaruhi otak dalam berpikir, sehingga membuat pasien seperti orang kebingungan dan kehilangan arah.

"Dia hilang begitu jauh, terjerumus di pikirannya sendiri dan Anda harus mengulang percakapan Anda seperti 'Ini ibu, ini ibu'... kondisinya seperti saklar mati, dia bukan seperti dirinya sendiri," kata Natasha.

Kondisi Terkini

Dalam kisahnya, Natasha mengatakan dia masih berjuang untuk percaya semua kemungkinan sembuh yang ada. Namun, ia tetap bersyukur putrinya masih hidup.

"Ini new normal.. apa saja baik, asalkan ada Fiadh," ujarnya. "Saya benar-benar tidak percaya ketika Fiadh diperbolehkan untuk pulang."

Momen paling bahagianya saat ia melihat Fiadh bisa kembali berdiri sendiri. Kebahagiaan itu sama seperti saat momen sang putri sewaktu kecil berdiri untuk pertama kali.

Kini, Fiadh akan terus membutuhkan obat-obatan dan harus berhati-hati saat pergi karena sistem kekebalan tubuhnya yang lemah.



Simak Video "Kemenkes Sebut Ada 91 Kasus Kumulatif Dugaan Hepatitis Akut di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT