ADVERTISEMENT

Jumat, 27 Mei 2022 15:02 WIB

WHO Beri Pesan untuk Dunia soal Outbreak Cacar Monyet

Vidya Pinandhita - detikHealth
Blood cells, molecule of DNA forming inside the test tube. 3D illustration, conceptual image of science and technology. Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 200 kasus konfirmasi dan 100 kasus terduga cacar monyet di berbagai negara hingga Kamis (26/5/2022). Dengan temuan tersebut, WHO mendesak negara-negara untuk meningkatkan pengawasan terhadap risiko penyakit menular.

Mengingat, cacar monyet merupakan infeksi virus ringan endemik di sejumlah negara Afrika seperti Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, dan Nigeria.

Namun kini, penyakit cacar monyet mewabah di negara-negara yang sebelumnya tak mencatat penyakit tersebut sebagai penyakit endemik. Hal tersebut memicu kekhawatiran. Terlebih, pasien yang terinfeksi strain virus cacar monyet yang kini menyebar secara global diyakini memiliki risiko kematian 1 persen. Walaupun, vaksin dan perawatan yang efektif tersedia.

Pakar epidemiologi WHO, Maria Van Kerkhove, melaporkan hingga kini kasus cacar monyet telah terdeteksi di lebih dari 20 negara non-endemik. Ia juga meyakini, jumlahnya akan terus meningkat.

"Kami berharap lebih banyak kasus terdeteksi. Kami meminta negara-negara untuk meningkatkan pengawasan," tegasnya, dikutip dari Reuters, Jumat (27/5/2022).

"Ini adalah situasi yang dapat dikendalikan. Ini akan sulit, tetapi ini adalah situasi yang dapat dikendalikan di negara-negara non-endemik," sambung Kerkhove.

Apa Kabar di Indonesia?

Hingga kini, Kementerian Kesehatan RI tak melaporkan temuan kasus cacar monyet di Indonesia. Dalam kesempatan lainnya, pakar epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menyebut skrining dan blokade di pintu masuk negara bekerja mengurangi risiko masuknya pasien negara. Namun catatannya, perihal deteksi bisa menjadi kendala lantaran pasien cacar monyet membutuhkan masa inkubasi hingga tiga minggu untuk muncul gejala.

"Monkeypox yang masa inkubasinya bisa sampai tiga minggu itu membuat dia bisa kemana-mana atau masuk satu negara menetap baru pada minggu keempat dia muncul dan dia sudah ada di wilayah," terangnya dalam diskusi daring 'Selangkah Menuju Pandemi Meninjau Program Vaksinasi Covid-19 dan Kesiapan Transisi Pandemi ke Endemi', Rabu (25/5/2022).

"Itu yang sering tidak terdeteksi sehingga literasi menjadi penting. Membangun literasi ini membangun persepsi risiko dan bukan hanya masalah komunikasi," imbuh Dicky.



Simak Video "Kenali Gejala Awal Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT