Obat Kuat Sampai Obat COVID, BPOM Berantas Ribuan Obat Overclaim

ADVERTISEMENT

Obat Kuat Sampai Obat COVID, BPOM Berantas Ribuan Obat Overclaim

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Jumat, 27 Mei 2022 16:32 WIB
Berisiko Picu Kanker, 67 Batch Obat Asam Lambung Ranitidin Ditarik BPOM. Kepala BPOM Penny K Lukito
(Foto: Rifkianto Nugroho/detikHealth)
Jakarta -

Produk obat-obatan tradisional dan suplemen sering ditemui di platform belanja online dengan promosi produk yang overclaim demi menarik minat pelanggan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dan sejumlah e-commerce, berkomitmen untuk terus membasmi produk obat tradisional dan suplemen yang overclaim dan tidak berbasis pada penelitian saintifik.

"Klaim itu harus berbasiskan sains harus ada data yang mendukung. Apalagi seperti jamu dan obat tradisional kan harus ada basisnya," ujar Kepala Badan POM Penny K Lukito dalam konferensi pers Program Zona Ramah Promosi Online, Jumat (27/5/2022).

Produk obat-obatan tradisional dan jamu yang dijual online dengan promosi overclaim meliputi produk-produk yang mengklaim bisa menyembuhkan COVID-19 dan produk obat kuat.

"Pada produk overclaim dan belum ditentukan izin edarnya, klaim yg tidak boleh seperti dapat membunuh virus covid, dapat membuat mental virus covid, menambah kejantanan pria, dan sebagainya," ungkap Reni Indriani Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM, pada kesempatan yang sama.

Sebagai informasi, Badan POM telah mendeteksi dan mengajukan rekomendasi takedown kepada KOMINFO dan IdEA (Asosiasi E-Commerce Indonesia) terhadap tautan/link terkait penjualan obat dan makanan secara online yang tidak memenuhi ketentuan sebanyak 286.844 tautan/link di tahun 2021 dan 126.331 tautan/link dari Januari sampai April 2022.



Simak Video "Digugat Soal Cemaran EG di Obat Sirup, BPOM: Silakan Saja Berproses"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT