Warga +62 Tenang! Satgas IDI soal Cacar Monyet: Kecil Kemungkinan Jadi Pandemi

Warga +62 Tenang! Satgas IDI soal Cacar Monyet: Kecil Kemungkinan Jadi Pandemi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Minggu, 29 Mei 2022 09:06 WIB
Warga +62 Tenang! Satgas IDI soal Cacar Monyet: Kecil Kemungkinan Jadi Pandemi
Ilustrasi penyakit. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

Kasus cacar monyet yang teridentifikasi di sejumlah negara membuat dunia khawatir penyakit ini akan menjadi pandemi selanjutnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan sudah ada lebih 200 kasus cacar monyet yang dilaporkan oleh 20 negara non endemik.

Cacar monyet atau monkeypox merupakan penyakit zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Infeksi ini bisa sembuh dengan sendirinya, sebelum menyebar ke banyak negara, kasus hanya dilaporkan di Afrika tengah dan barat.

Ketua Satgas IDI Prof Zubairi Djoerban memastikan belum ada kasus cacar monyet di Indonesia meski sudah ditemukan di 16 negara. Ia juga mengatakan semua orang rentan, tak tergantung preferensi seksual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kecil kemungkinan jadi pandemi. Gejala jelas. Muncul pustula yang bantu identifikasi," tulisnya di akun Twitter pribadinya, dilihat detikcom, Minggu (29/5/2022).

Memang apa saja gejalanya?

Pasien yang terinfeksi cacar monyet awalnya akan mengalami demam. Kemudian, muncul ruam dan lesi kulit di area wajah dan tubuh.

ADVERTISEMENT

Gejala awal akan berlangsung selama 1 hingga 3 hari. Kemudian, mulai muncul ruam di wajah dan menyebar ke seluruh bagian tubuh lainnya, seperti lengan atau kaki.

Gejala Cacar Monyet

Gejala cacar monyet yang harus diperhatikan, yakni:

  • Demam
  • Kelelahan
  • Lemas
  • Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening)
  • Menggigil
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala



(kna/kna)

Berita Terkait