Sabtu, 28 Mei 2022 09:27 WIB

Virus Hendra Bisa Jadi Next Pandemi, Waspadai Gejala dan Penularannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
4K Resolution, Accidents and Disasters, Aggression, Backgrounds Virus Hendra disebut bisa jadi next pandemi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/blackdovfx)
Jakarta -

Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama besar dengan virus Nipah.

Kabar baiknya, kasus virus Hendra sejauh ini masih jarang dilaporkan pada manusia. Sejak 2013, hanya tujuh kasus yang dilaporkan di dunia. Kekhawatiran virus Hendra kembali mencuat setelah Australia menemukan varian baru Hendra.

"Kita tahu bahwa Henipavirus yang terdiri dari Nipahvirus (NiV) maupun Hendra virus adalah dua virus yang berpotensi menjadi pandemi," terang Dicky dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (23/5/2022).

Dicky menyoroti pentingnya deteksi atau surveilans dini untuk mencegah risiko penyebaran virus Hendra. Di Indonesia, ia menyebut studi serologi menemukan 20-25 persen sejumlah jenis kelelawar di Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi memiliki antibodi terhadap virus Hendra.

"Yang artinya, bisa jadi sudah ada kasusnya (pada manusia) tapi tidak terdeteksi ya," tandas dia.

Dicky mengimbau mereka yang memiliki peternakan kuda, hewan yang banyak dilaporkan terpapar virus Hendra, rutin membersihkan lingkungan sekitar. Pasalnya, kotoran hewan yang terpapar bisa menyebarkan infeksi virus.

Waspadai Gejala dan Penularan

Gejala Virus Hendra

Gejala virus Hendra umumnya muncul di 5 hingga 21 hari usai kontak erat dengan hewan yang tertular. Perlu diketahui, hingga kini belum ada laporan virus Hendra menular antarmanusia.

Adapun gejala yang perlu diwaspadai adalah seperti berikut:

  • Demam
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Adapun gejala yang serius, seperti:
  • Meningitis atau ensefalitis (radang otak) dapat berkembang
  • Kejang-kejang
  • Koma

Cara Penularan Virus Hendra

Penyebaran virus ini dapat terjadi apabila seseorang melakukan kontak erat langsung pada kuda yang terinfeksi, seperti:

  • Terinfeksi setelah terkena paparan cairan tubuh kuda yang terinfeksi
  • Melakukan otopsi kuda tanpa mengenakan peralatan pelindung yang sesuai
  • Terkena droplet atau sekresi pernapasan
  • Meskipun demikian, sampai saat ini tidak ada bukti penularan dari manusia ke manusia.

Cara Mencegah Penyebaran Virus Hendra

Dikutip dari NSW Health, berikut cara mencegah penyebaran virus hendra yang perlu diterapkan.

  • Penting untuk menerapkan kebersihan yang baik saat berada di sekitar kuda.
  • Jangan mencium kuda di moncongnya (terutama jika kuda itu sakit).
  • Tutupi luka atau lecet pada kulit yang terbuka sebelum memegang kuda dan cuci tangan dengan baik dengan sabun dan air, terutama setelah memegang mulut atau hidung kuda.
  • Jika cairan tubuh atau kotoran kuda mengenai kulit yang tidak terlindungi, area tersebut harus dicuci dengan sabun dan air sesegera mungkin.
  • Jika kuda mendadak sakit dan kemungkinan terinfeksi virus hendra, hanya boleh sedikit orang yang merawat kuda tersebut.
  • Memakai alat pelindung diri demi mencegah kontaminasi kulit, mata, hidung dan mulut dari cairan tubuh kuda.
  • Sebaiknya petugas kesehatan memakai alat pelindung diri saat merawat orang yang dicurigai atau dipastikan terinfeksi virus Hendra.
  • Jika telah terkena virus hendra, seseorang tidak boleh mendonorkan darah atau jaringan lain sampai bersih dari infeksi.
  • Hingga kini belum ada vaksin manusia yang tersedia untuk mencegah virus Hendra.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)