Kamis, 26 Mei 2022 18:18 WIB

Round Up

7 dari 10 Orang Tertular Meninggal, Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Virus Nipah dikhawatirkan dapat jadi ancaman munculnya pandemi baru di dunia. Selain karena angka kematian yang tinggi, virus itu diketahui belum ada obatnya. Foto: Ian Waldie/Getty Images.
Jakarta -

Di tengah ancaman penyakit-penyakit baru setelah COVID-19, penyakit yang dipicu virus Hendra menjadi sorotan. Jenis virus ini cukup mengkhawatirkan karena terbilang mematikan.

Ahli epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman menjelaskan, virus tersebut pertama kali terdeteksi di urine kelelawar berkepala hitam dan abu-abu yang menyebar di New South Wales hingga Queensland, Australia.

"Pada manusia pun 70 persen kalau terpapar ya mematikan, 7 dari 10 orang manusia yang terkena virus Hendra ini meninggal," beber Dicky dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Selasa (17/5/2022).

Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi

Lebih lanjut Dicky menyatakan virus Hendra (HeV) berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang.

"Kita tahu bahwa Henipavirus yang terdiri dari Nipahvirus (NiV) maupun Hendra virus adalah dua virus yang berpotensi menjadi pandemi," terang Dicky dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (23/5/2022).

Meski demikian, Dicky mengatakan sejauh ini HeV bukan virus yang mudah menular dan kasusnya masih jarang ditemukan. Salah satu penyebabnya karena angka fatalitas atau kematian yang tinggi.

"Jadi belum sempat menularkan, hewannya sudah mati," ujarnya.


Saksikan juga Blak-blakan Ahmad Sahroni: Cerita Ditodong Anies Jadi OC Formula E

[Gambas:Video 20detik]



(any/naf)