ADVERTISEMENT

Senin, 30 Mei 2022 15:46 WIB

Ciri-ciri Virus Hendra yang Mematikan, Disebut Berpotensi Jadi Pandemi

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
4K Resolution, Accidents and Disasters, Aggression, Backgrounds Ciri-ciri virus Hendra (Foto: Getty Images/iStockphoto/blackdovfx)
Jakarta -

Ciri-ciri virus Hendra merupakan informasi penting bagi masyarakat. Pasalnya, ilmuwan dari Griffith University Australia menyebut varian dari virus tersebut bisa menular ke kuda dan manusia. Bahkan memiliki angka kematian di atas 50 persen, baik pada hewan maupun manusia.

Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia mengungkapkan bahwa virus Hendra sebenarnya sudah lama ditemukan. Virus tersebut merupakan penyakit endemi yang hanya ditemukan di sejumlah wilayah.

Adapun 'korban' terpapar paling banyak dilaporkan pada hewan kuda. Kuda yang terinfeksi akibat terpapar kotoran dari kelelawar pemakan buah umumnya mengalami kondisi fatal. Sekitar 80 persen dari total kasus tak tertolong. Ancaman serupa juga mengintai manusia.

"Pada manusia pun 70 persen kalau terpapar ya mematikan, 7 dari 10 orang manusia yang terkena virus Hendra ini meninggal," beber Dicky dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Selasa (17/5/2022).

Ciri-ciri Virus Hendra: Ini Gejalanya

Sebagai informasi, virus Hendra (HeV) merupakan keluarga virus Paramyxoviridae dari genus Henipavirus dan masih berkerabat dengan virus Nipah. Virus tersebut pertama kali diisolasi pada 1994 dari spesimen yang diambil saat terjadi outbreak atau wabah penyakit pernapasan dan saraf pada kuda dan manusia. Wabah tersebut terjadi di Hendra, sebuah wilayah di Brisbane, Australia.

Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), gejala virus Hendra dapat berkembang antara lima sampai 21 hari setelah kontak erat dengan hewan yang terinfeksi, seperti kuda. Berikut gejalanya.

  • Demam
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan

Adapun gejala yang serius, seperti:

  • Meningitis atau ensefalitis (radang otak) dapat berkembang
  • Kejang-kejang
  • Koma

Namun berdasarkan sumber lain, gejala virus Hendra juga bisa menyebabkan seseorang kesulitan bernapas, kantuk yang tidak biasa, hingga kebingungan.

Ciri-ciri Virus Hendra: Begini Cara Penularannya

Selain gejala, ciri-ciri virus Hendra juga bisa dilihat dari cara penularannya. Virus ini dapat menular apabila seseorang melakukan kontak erat langsung pada kuda yang terinfeksi, seperti:

  • Terinfeksi setelah terkena paparan cairan atau darah tubuh kuda yang terinfeksi
  • Melakukan otopsi kuda tanpa mengenakan peralatan pelindung yang sesuai
  • Terkena droplet atau sekresi pernapasan
  • Tidak ada bukti penularan virus Hendra dari manusia ke manusia maupun melalui udara.

Ciri-ciri Virus Hendra: Bisa Jadi Pandemi Berikutnya?

Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama besar dengan virus Nipah.

Kabar baiknya, kasus virus Hendra sejauh ini masih jarang dilaporkan pada manusia. Sejak 2013, hanya tujuh kasus yang dilaporkan di dunia.

"Kita tahu bahwa Henipavirus yang terdiri dari Nipahvirus (NiV) maupun Hendra virus adalah dua virus yang berpotensi menjadi pandemi," terang Dicky dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (23/5)

Dicky menyoroti pentingnya deteksi atau surveilans dini untuk mencegah risiko penyebaran virus Hendra. Di Indonesia, ia menyebut studi serologi menemukan 20-25 persen sejumlah jenis kelelawar di Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi memiliki antibodi terhadap virus Hendra.

"Yang artinya, bisa jadi sudah ada kasusnya (pada manusia) tapi tidak terdeteksi ya," tandas dia.

Ciri-ciri Virus Hendra: Sudah Ada Vaksin?

Dalam kesempatan yang berbeda, epidemiolog Universitas Airlangga Laur Navika mengingatkan virus Hendra bukanlah virus baru dan sudah memiliki vaksin meskipun masih terbatas pada hewan. Karenanya, vaksinasi bisa dilakukan secara optimal demi mencegah infeksi meluas.

"Saat itu ditemukan kematian kuda dan manusia akibat virus ini. Setelah diselidiki lebih lanjut, virus Hendra bersifat zoonosis yang artinya bisa berpindah dari hewan ke hewan, maupun hewan ke manusia," jelas dia, dalam keterangan tertulis, dikutip detikcom Senin (30/5/2022).

Meski belum ditemukan di Indonesia, Laura tetap mewanti-wanti masyarakat untuk tetap waspada.

Oleh karena itu, ciri-ciri virus Hendra, baik gejala maupun cara penularannya merupakan informasi yang penting lantaran para pakar menyebut bisa berpotensi menjadi pandemi berikutnya.



Simak Video "HUT ke-77 RI, Epidemiolog Apresiasi Pengendalian Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT