ADVERTISEMENT

Senin, 30 Mei 2022 17:30 WIB

WHO Laporkan 257 Kasus Cacar Monyet dari 20 Negara, Ini Daftarnya

Firdaus Anwar - detikHealth
Geneva, Switzerland - December 03, 2019: World Health Organization (WHO / OMS) Logo at WHO Headquarters Foto: Getty Images/diegograndi
Jakarta -

Penyakit cacar monyet masih menjadi ancaman karena kasusnya terus meningkat di dunia. Hingga 26 Mei 2022, Organisasi Kesehatan Dunia telah menerima laporan 257 kasus cacar monyet yang terkonfirmasi dari 20 negara.

WHO mengatakan ancaman wabah cacar monyet saat ini untuk dunia berada di tingkat menengah atau sedang. Ini karena merupakan kejadian pertama sepanjang sejarah cacar monyet bisa merebak di luar negara-negara endeminya, yaitu negara di Afrika bagian barat dan selatan.

"Risiko untuk publik akan menjadi tingkat tinggi bila penyakit ini bisa memanfaatkan kerentanan untuk mengkukuhkan dirinya sebagai patogen manusia, lalu menyebar di antara populasi berisiko mulai dari anak-anak hingga orang dengan gangguan imun," ungkap WHO seperti dikutip dari laman resminya pada Senin (30/5/2022).

"Sebagian besar populasi rentan terhadap virus cacar monyet karena vaksinasi cacar, yang bisa memberikan beberapa perlindungan silang, di beberapa negara telah dihentikan sejak 1980 atau bahkan sebelumnya," lanjut WHO.

Lebih detail, berikut laporan 257 kasus cacar monyet yang sudah terkonfirmasi dari 20 negara hingga 26 Mei 2022:

  1. Inggris Raya: 106 kasus
  2. Portugal: 49 kasus
  3. Kanada: 26 kasus
  4. Spanyol: 20 kasus
  5. Belanda: 12 kasus
  6. Amerika Serikat: 10 kasus
  7. Prancis: 7 kasus
  8. Jerman: 5 kasus
  9. Italia: 4 kasus
  10. Belgia: 3 kasus
  11. Ceko: 2 kasus
  12. Denmark: 2 kasus
  13. Swedia: 2 kasus
  14. Slovenia: 2 kasus
  15. Australia: 2 kasus
  16. Swiss: 1 kasus
  17. Israel: 1 kasus
  18. Finlandia: 1 kasus
  19. Austria: 1 kasus
  20. Uni Emirat Arab: 1 kasus


Simak Video "WHO Akui Masih Kekurangan Data Efektivitas Vaksin Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT