ADVERTISEMENT

Selasa, 31 Mei 2022 13:45 WIB

Apa Itu Hipertiroid? Kenali Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Rosiana Muliandari - detikHealth
makanan untuk pulihkan tiroid Mengenal hipertiroid, penyebab, gejala, hingga pengobatannya. (Foto ilustrasi: Getty Images)
Jakarta -

Hipertiroid merupakan suatu kondisi saat tiroid menciptakan dan melepaskan lebih banyak hormon daripada yang dibutuhkan oleh tubuh. Kondisi ini membutuhkan bantuan pengobatan dari tenaga kesehatan.

Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang berada di depan leher. Kelenjar tiroid memainkan peran besar dalam banyak fungsi utama tubuh.

Beberapa perannya termasuk mengatur suhu tubuh, mengontrol detak jantung, dan mengontrol metabolisme-proses yang mengubah makanan masuk di dalam tubuh menjadi energi dan membantu fungsi tubuh.

Ketika kelenjar tiroid bekerja dengan benar, tubuh seimbang dan semua sistem berfungsi dengan baik. Jika tiroid berhenti bekerja seperti yang seharusnya, seperti menciptakan terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon tiroid, itu dapat berdampak pada seluruh fungsi tubuh.

Penyebab Hipertiroid

Terdapat beberapa kondisi medis lainnya yang dapat menyebabkan hipertiroid. Dikutip dari Mayo Clinic, beberapa kondisi tersebut adalah sebagai berikut:

Grave's Disease

Penyakit ini adalah gangguan autoimun ketika antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh merangsang tiroid untuk memproduksi terlalu banyak T4 atau tiroksin, salah satu hormon yang diproduksi oleh tiroid. Ini adalah penyebab paling umum dari hipertiroidisme.

Nodul tiroid yang hiperfungsi (adenoma toksik, gondok multinodular toksik, atau Plummer's Disease)

Bentuk hipertiroidisme ini terjadi ketika satu atau lebih adenoma tiroid menghasilkan terlalu banyak T4. Adenoma adalah bagian dari kelenjar yang berdinding sendiri dari bagian kelenjar lainnya, membentuk benjolan non-kanker (jinak) yang dapat menyebabkan pembesaran tiroid.

Tiroiditis

Terkadang kelenjar tiroid bisa meradang setelah kehamilan karena kondisi autoimun atau karena alasan lain yang tidak sepenuhnya diketahui.

Peradangan tersebut dapat menyebabkan kelebihan hormon tiroid yang disimpan di kelenjar bocor ke aliran darah. Beberapa jenis tiroiditis dapat menyebabkan rasa sakit, sementara yang lain tidak menimbulkan rasa sakit.

Gejala Hipertiroid

Seseorang yang mengalami hipertiroid mungkin merasakan berbagai gejala dan dapat berdampak pada seluruh tubuh. Ada yang mungkin merasakan hanya beberapa gejala atau bahkan semuanya sekaligus. Dikutip dari Cleveland Clinic, berikut gejala hipertiroid:

  • Detak jantung cepat (palpitasi)
  • Merasa gemetar dan/atau gugup
  • Penurunan berat badan
  • Nafsu makan meningkat
  • Diare dan buang air besar lebih sering
  • Perubahan penglihatan
  • Kulit tipis, hangat, dan lembab
  • Perubahan menstruasi
  • Intoleransi terhadap panas dan keringat berlebih
  • Masalah tidur
  • Pembengkakan dan pembesaran leher akibat pembesaran kelenjar tiroid (gondok)
  • Rambut rontok dan perubahan tekstur rambut (rapuh)
  • Mata menonjol (terlihat dengan Grave's Disease)
  • Kelemahan otot

Komplikasi Hipertiroid

Jika tidak diobati, hipertiroid kemungkinan dapat menjadi beberapa faktor yang dapat meningkatkan munculnya risiko beberapa kondisi medis lainnya. Dikutip dari Healthline, beberapa kondisi tersebut adalah:

"Badai" tiroid

Badai tiroid atau thyroid storm adalah kondisi kesehatan langka yang terjadi akibat hipertiroidisme yang tidak diobati. Tubuh memasuki overdrive sebagai akibat dari terlalu banyak hormon tiroid dalam sistemnya.

Badai tiroid adalah kombinasi gejala yang berpotensi mengancam nyawa termasuk detak jantung yang cepat, tekanan darah tinggi, dan demam.

Komplikasi kehamilan

Kondisi ini menyerang orang-orang yang memiliki gangguan tiroid dan yang mengembangkan hipertiroidisme selama kehamilan. Kadar hormon tiroid yang tinggi dapat membahayakan ibu hamil dan janin. Risikonya termasuk keguguran dan kelahiran prematur.

Osteoporosis

Hipertiroidisme dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan tipis, yang dapat menyebabkan osteoporosis.

Kanker

Beberapa orang dengan hipertiroidisme mengembangkan kanker tiroid, yang disebut karsinoma tiroid. Sebuah penelitian dari tahun 2018 melaporkan bahwa kanker tiroid pada pasien hipertiroid lebih "agresif" dan memiliki prognosis yang lebih buruk daripada pasien dengan tiroid yang sehat.

Pengobatan Hipertiroid

Untuk pengobatannya, terdapat berbagai opsi pengobatan yang disesuaikan dengan penyebab hipertiroid. Salah satu pilihan pengobatan hipertiroid adalah seperti penggunaan obat anti-tiroid yang memblokir kemampuan tiroid untuk memproduksi hormon.

Pilihan lainnya adalh dengan operasi pengangkatan tiroid, yodium radioaktif (obat oral yang diserap sel tiroid yang terlalu aktif), atau obat-obatan beta blockers yang dapat membantu mengontrol gejala hipertiroid.

Pencegahan Hipertiroid

Sayangnya, tidak ada cara untuk mencegah terjadinya hipertiroid. Meski begitu, seperti dikutip dari Medical News Today, beberapa makanan yang dapat bermanfaat bagi seseorang dengan hipertiroid adalah:

  • Makanan rendah yodium: Putih telur, sayuran segar atau beku, buah-buahan atau jus buah.
  • Sayuran Cruciferous: Kubis Brussel, kembang kol, atau brokoli.
  • Makanan yang mengandung selenium: Tuna, udang, atau ayam.
  • Makanan yang mengandung zat besi: Lentil, bayam, atau tahu.
  • Makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D: Susu, keju, atau yogurt.
  • Rempah-rempah tertentu, seperti kunyit atau cabai hijau.


Simak Video "Bahaya Etilen Oksida yang Bikin Mie Sedaap Ditarik di Hong Kong"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT