ADVERTISEMENT

Selasa, 31 Mei 2022 14:20 WIB

Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Jumlah Perokok RI Meroket, Wamenkes Sorot Risikonya Terhadap Penurunan Imun

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jakarta -

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menyorot penambahan jumlah perokok sebanyak 8 juta orang dalam 10 tahun terakhir di Indonesia. Mengingat Indonesia masih diterpa pandemi COVID-19, disertai kemunculan penyakit hepatitis misterius dan cacar monyet di sejumlah negara, seperti apa imbas konsumsi rokok terhadap penurunan imunitas warga RI?

Dante menjelaskan, di dalam rokok terdapat substrak karsinogenik dan radikal bebas yang bisa menurunkan fungsi paru-paru. Imbasnya, kemampuan kerja antibodi merosot sehingga perokok bukan hanya tinggi risiko penyakit jantung dan paru-paru, melainkan juga penyakit menular.

"Dengan adanya rokok yang dikonsumsi, terbukti bahwa kemampuan untuk melakukan eliminasi berbagai macam antibodi yang seharusnya muncul pada saat infeksi itu menjadi menurun. Kita lihat bahwa infeksi paru-paru lebih banyak terjadi pada pasien yang merokok," terangnya saat ditemui di konferensi pers Peluncuran Data Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021, Jakarta Selatan, Selasa (31/5/2022).

"Imunitas seluler dan humoral pada orang-orang yang merokok itu mengalami penurunan sehingga tidak saja penyakit bukan infeksi seperti jantung, kardiovaskular, ginjal dan sebagainya, tapi juga penyakit infeksi dalam hal ini disebabkan penurunan fungsi tubuh dalam melakukan eradikasi infeksi yang mungkin terjadi," sambung Dante.

Data dari GATS 2021 menunjukkan, sebanyak 85,7 persen orang dewasa meyakini bahwa merook menyebabkan penyakti serius. Kemudian 80 persen orang dewasa percaya bahwa menghirup asap rokok orang lain juga menyebabkan penyakit serius pada bukan perokok.

Meski prevalensi konsumsi rokok terpantau menurun di Indonesia, Dante memaparkan, jumlah perokok di Indonesia meningkat sebanyak 8 juta orang dalam 10 tahun terakhir.

"(Naik harga rokok) pun tidak signifikan untuk meningkatkan ketidakmauan mereka untuk merokok. Karena kita sudah menaikkan cukai rokok, harga rokok sudah tinggi tetapi angka yang merokok meningkat 8 juta orang dalam waktu 10 tahun," beber Dante.

(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT