ADVERTISEMENT

Kamis, 02 Jun 2022 13:00 WIB

Heboh Pria Diduga Onani di KRL, Termasuk Ekshibisionis?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Eighteen plus, age limit, sign in neon style. Only for adults. Night bright neon sign, symbol 18 plus. Vector Illustration. Heboh video pria diduga onani di KRL, apakah termasuk ekshibisionis? (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Soifer)
Jakarta -

Sebuah video seorang pria yang diduga tengah melakukan onani di dalam KRL viral di Twitter. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria yang wajahnya disensor duduk di kursi KRL yang sepi, dan seorang perempuan di seberangnya.

Video diduga aksi onani menyorot bagian pinggang hingga ke bawah dari pria tersebut. Narasi video itu menyebut bahwa KRL yang ditumpangi bertujuan Stasiun Parung Panjang.

Menanggapi video ini, PT KAI Commuter membalas video yang viral tersebut. Lewat akun resmi PT KAI Commuter, @CommuterLine, pihaknya tengah menunggu konfirmasi resmi dari kejadian itu.

"Selamat pagi. Dapat kami sampaikan, terkait laporan tersebut, saat ini Twitter resmi KAI Commuter menunggu informasi lebih lengkap dari pelapor. Terima kasih," tulis akun tersebut.

Onani di tempat umum kerap dikaitkan dengan perilaku ekshibisionisme. Apa sih itu?

Perilaku ekshibisionisme merupakan perilaku penyimpangan seksual. Pelaku ekshibisionis akan mendapatkan kepuasan seksual dari reaksi orang yang kaget atau panik saat melihat aksinya.

"Harapannya adalah supaya dia mendapatkan kepuasan atas reaksi dari orang lain. Entah orang itu histeris, menangis, takut, kaget, atau pingsan mungkin. Dia punya kepuasan karena sedikit-banyak dia merasa berhasil menguasai orang lain," jelas psikolog klinis sekaligus founder pusat konsultasi Anastasia and Associate, Anastasia Sari Dewi, pada detikcom beberapa waktu lalu.

Meski ekshibisionisme termasuk penyimpangan seksual yang dilatarbelakangi fantasi dan dorongan seksual yang kuat, para ahli berpendapat bahwa si pelaku belum bisa langsung disebut mengalami gangguan jiwa.

Psikolog mengatakan butuh pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apakah aksi tersebut termasuk gangguan kejiwaan. Yang pasti, perilaku seperti ini sangat tidak wajar dan meresahkan. Namun, khusus terkait ini belum ada keterangan lebih lanjut apakah yang bersangkutan benar-benar bisa dikategorikan mengidap ekshibisionisme.



Simak Video "Konten Negatif Kok Cenderung Mudah Viral?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT