ADVERTISEMENT

Kamis, 02 Jun 2022 14:01 WIB

WHO Beri Peringatan Soal Demam Berdarah Mematikan di Irak

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Geneva, Switzerland - December 03, 2019: World Health Organization (WHO / OMS) Logo at WHO Headquarters Foto: Getty Images/diegograndi
Jakarta -

Di tengah berbagai ancaman penyakit yang muncul usai COVID-19, Irak dihadapi masalah kesehatan baru yang menyebabkan banyak warga negaranya meninggal dunia. Diketahui jumlah pasien demam berdarah di negara tersebut mendadak mengalami peningkatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (1/6/2022) mencatat ada 212 kasus demam berdarah Krimea-Kongo (Crimean-Congo Hemorrhagic Fever /CCHF) sejak 1 Januari hingga 22 Mei 2022, 115 kasus di antaranya masih dalam ketegori terduga dan 97 lainnya terkonfirmasi.

"Ada 27 kematian, 14 kasus suspek, dan 13 kasus konfirmasi laboratorium," tulis keterangan resmi WHO, dikutip Kamis (2/6/2022).

Demam berdarah Krimea-Kongo merupakan endemik di negara-negara Afrika, Timur Tengah, dan Asia di selatan. Irak menjadi salah satu negara Mediterania timur di mana penyakit ini menjadi endemik.

Demam berdarah Krimea-Kongo merupakan penyakit yang ditularkan virus ke manusia melalui gigitan kutu yang terinfeksi, kontak langsung dengan darah atau jaringan dari manusia dan ternak yang terinfeksi.

Disebutkan WHO, kasus demam berdarah Krimea-Kongo di Irak merupakan mereka yang berkontak langsung dengan hewan seperti domba dan sapi, atau tukang daging. Menurut penelitian, hewan-hewan tersebut secara teratur dipenuhi spesies kutu, terutama Hyalomma, penyebab demam berdarah mematikan.

"Di antara kasus yang terkonfirmasi, sebagian besar memiliki kontak langsung dengan hewan dan merupakan peternak atau tukang daging," terang WHO.

Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT