ADVERTISEMENT

Jumat, 03 Jun 2022 07:30 WIB

Bertambah, Pasien Meninggal Diduga Hepatitis Akut RI Jadi 7 Orang

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Blood cells, molecule of DNA forming inside the test tube. 3D illustration, conceptual image of science and technology. Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage
Jakarta -

Kasus hepatitis akut misterius masih terus meningkat di penjuru dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya mencatat total 650 kasus per Jumat (27/5/2022). Kenaikan juga terlihat di Indonesia, total kasus hepatitis akut mencapai 24 pasien per Rabu (1/6/2022) dari semula 20 kasus di 30 Mei 2022.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengungkap penambahan kasus juga terlihat di laporan kematian. Total kini ada 7 pasien meninggal dunia, usai sebelumnya tercatat empat kasus di 30 Mei.

Dari ketujuh pasien tersebut, tiga di antaranya masuk kategori probable. Artinya, keseluruhan tes serologi jenis hepatitis A, B, C, D, dan E dinyatakan negatif. Sementara empat lainnya masih menunggu hasil lebih lanjut dan dalam kategori pending klasifikasi.

"13 masih dirawat di RS (3 probable, 4 pending klasifikasi)," sebut Syahril dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Jumat (3/6/2022).

Kabar baknya, empat pasien berhasil sembuh atau dinyatakan pulang. Empat pasien tersebut salah satunya berada dalam kategori probable, sementara tiga lainnya masuk pending klasifikasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga kini belum menemukan penyebab pasti dari infeksi hepatitis akut misterius, sehingga belum ada definisi kategori konfirmasi dalam kasus tersebut.

Sejumlah faktor yang selama ini dicurigai menjadi penyebabnya yakni adenovirus biasa atau adenovirus varian baru, sindrom post infeksi SARS-CoV-2, paparan obat, lingkungan atau toksin, patogen baru, dan varian baru SARS-CoV-2.

Ada satu pasien dinyatakan memiliki riwayat COVID-19 di Indonesia, sementara infeksi adenovirus belum dilaporkan.

Simak juga 'Sebaran 650 Kasus Hepatitis Akut Misterius di Dunia':

[Gambas:Video 20detik]




(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT