ADVERTISEMENT

Jumat, 03 Jun 2022 08:01 WIB

Jadi Kapan PPKM Dicabut? Satgas COVID-19 Bilang Begini

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto: dok detikcom
Jakarta -

Belakangan tren kasus COVID-19 di Indonesia cenderung melandai dan pemerintah mulai bertransisi menuju endemi. Hal ini menimbulkan pertanyaan sampai kapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ini akan dilakukan.

Menanggapi ini, juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah masih akan menerapkan PPKM untuk sementara waktu. Ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengendalian COVID-19.

"Untuk sementara waktu, Indonesia masih akan tetap menerapkan PPKM," kata Prof Wiku dalam konferensi pers, Kamis (2/6/2022).

Prof Wiku mengungkapkan secara prinsip, PPKM ini merupakan bentuk pengendalian yang dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ini dengan melakukan beberapa penyesuaian untuk menentukan pembukaan aktivitas masyarakat yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di lapangan.

Jika kondisi mulai terkendali, lanjutnya, pembukaan aktivitas masyarakat akan semakin diperluas lagi.

"Kita bisa sama-sama lihat bahwa jika kondisi kasus sudah mulai terkendali dalam jangka waktu yang konsisten, maka pembukaan sektor sosial dan ekonomi di masyarakat bisa terus ditingkatkan dengan area cangkupan pembatasan berbasis wilayah yang semakin kecil," lanjutnya.

Terkait kondisi terkini pandemi COVID-19, Prof Wiku menegaskan sudah semakin terkendali bahkan hingga empat pekan setelah Idul Fitri. Meski tidak menunjukkan kenaikan kasus yang signifikan, pemerintah tetap menyarankan masyarakat untuk berhati-hati dan terus memantau perkembangan kasus COVID-19.

"Walaupun secara fakta terhitung empat minggu setelah lebaran kasus COVID-19 terus terkendali dan level kabupaten/kota di Indonesia terus membaik, pemerintah Indonesia menyatakan tetap melakukan pengendalian sebelum status pandemi benar-benar dinyatakan berakhir oleh WHO," jelas Prof Wiku.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT