Warga +62 Boleh 3 Dosis Vaksin Sinovac, Efektivitasnya Sekuat Apa?

ADVERTISEMENT

Warga +62 Boleh 3 Dosis Vaksin Sinovac, Efektivitasnya Sekuat Apa?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 03 Jun 2022 09:45 WIB
Kementerian Kesehatan RI akan memulai vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun pada Selasa (14/12) besok. Vaksin yang diberikan merupakan vaksin Sinovac.
Foto: Antara Foto
Jakarta -

Pemerintah resmi mengizinkan penerima vaksin primer COVID-19 Sinovac divaksin booster homolog. Artinya, disuntik dosis ketiga dengan jenis yang sama.

Pertimbangan tersebut sudah disetujui BPOM RI dan Kementerian Kesehatan RI. Kepala BPOM Penny K Lukito beberapa waktu lalu menyebut pemberian vaksinasi booster Sinovac bisa memicu respons imun atau peningkatan antibodi tinggi, setelah 6 bulan sebelumnya menerima vaksinasi primer lengkap Sinovac.

Studi Hong Kong untuk usia 60 tahun ke atas juga menyebut pemberian vaksin COVID-19 booster Sinovac 98 persen efektif melawan COVID-19 kasus bergejala berat dan kematian COVID-19. Peningkatan efektivitas naik dari antibodi yang didapat jika hanya menerima dua dosis vaksin yakni 72 persen melawan kasus gejala berat dan 77 persen melawan kasus fatal COVID-19.

Yanzhong Huang, pakar kesehatan global di Dewan Hubungan Luar Negeri, mengatakan itu adalah alasan lansia menjadi kelompok utama sasaran vaksinasi booster. "Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan negara untuk memastikan populasi ini menerima suntikan booster," katanya, dikutip dari New York Times.

Sementara pada kelompok usia umum, sebuah riset di Chili menemukan efektivitas vaksin COVID-19 booster Sinovac cukup tinggi dalam mencegah kasus COVID-19 ICU hingga kematian. Berikut laporan studi yang dilakukan ahli dari Institute of Science and Innovation in Medicine, Clinica Alemana Universidad del Desarrollo, dan Kementerian Kesehatan Chili.

  • Mencegah kasus rawat inap: 86 persen
  • Mencegah masuk ICU: 92 persen
  • Mencegah kematian: 87 persen

Seperti diberitakan sebelumnya, pengguna Sinovac bisa dibooster homolog dengan menerima dosis penuh vaksin Sinovac. Meski begitu, kebijakan pemberian vaksin booster disesuaikan dengan ketersediaan stok di daerah atau masing-masing wilayah.

"Vaksin yang digunakan untuk dosis lanjutan (booster) pada poin-poin di atas disesuaikan dengan ketersediaan vaksin masing-masing daerah dengan mengutamakan vaksin yang memiliki masa expired terdekat," jelas Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Dr dr Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS dalam surat edaran, dikutip detikcom Jumat (3/6/2022).



Simak Video "Kata Satgas soal Vaksin Covid-19 Umat Islam Akan Diganti yang Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT