ADVERTISEMENT

Jumat, 03 Jun 2022 10:33 WIB

Maaf, Riset Jepang Sebut Efek Vaksin Moderna Ini Lebih Rentan Dialami Wanita

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Petugas menyuntikan vaksinasi Covid-19 dosis tiga kepada relawan di Graha Wana Bhaktiyasa, Yogyakarta, Selasa (30/11/2021). Sejumlah relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah D. I. Yogyakarta mengikuti vaksinasi massal Covid-19 dosis tiga di Graha Wana Bhakti Yasa, Yogyakarta. Vaksinasi Covid-19 dosis tiga atau vaksin booster untuk relawan ini menggunakan vaksin moderna. Program vaksin booster diselenggara selama tiga hari. Foto: PIUS ERLANGGA
Jakarta -

Riset di Jepang mengungkap wanita yang divaksin Moderna lebih mungkin mengalami efek samping ruam. Penelitian ini dilakukan pada 5.893 peserta dalam rentang waktu Mei dan November tahun lalu.

Dikutip dari Reuters, ada 22,4 persen di antara wanita yang mengalami reaksi kulit setelah divaksin Moderna dosis pertama, dibandingkan 5,1 persen pria.

Meski begitu, gejalanya ringan dan tidak dianggap menjadi kontraindikasi vaksin COVID-19 berbasis mRNA. Riset ini dilaporkan Journal of American Medical Association, 1 Juni.

Reaksi pada kulit tersebut dilaporkan enam hari setelah disuntik dosis pertama. Efek samping tersebut jarang dilaporkan baik pada Amerika Serikat maupun Eropa, menurut penulis studi di Tokyo's Self-Defense Forces Central Hospital.

Namun, jumlah laporan di Jepang cukup signifikan. Masih belum jelas apa yang mendasari perbedaan signifikan laporan tersebut, tetapi dugaan awal mengarah ke kemungkinan kesadaran yang tinggi atas gejala tersebut di Jepang.

Kemungkinan lain yang juga disebut adalah karena perbedaan berat badan serta faktor hormonal dan lingkungan, demikian keyakinan para peneliti.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT