ADVERTISEMENT

Sabtu, 04 Jun 2022 06:24 WIB

Baru Sehari Hirup Udara Bebas, Sebagian Shanghai Kembali Dilockdown

Firdaus Anwar - detikHealth
A man rides a bicycle at a main shopping area during lockdown, amid the coronavirus disease (COVID-19) pandemic, in Shanghai, China, May 26, 2022. REUTERS/Aly Song Foto ilustrasi: REUTERS/ALY SONG
Jakarta -

Setelah dua bulan lockdown ketat, kota Shanghai di China diberitakan mulai melakukan pelonggaran bertahap pada awal Juni 2022. Tetapi, hal ini tampaknya tak berlangsung lama karena hanya sehari setelah pelonggaran beberapa wilayah ternyata kembali dilockdown.

Dikutip dari CNN, Sekitar 25 juta warga Shanghai ramai-ramai 'menghirup udara bebas' pada Rabu (1/6/2022). Namun kemudian ada sekitar hampir 2 juta orang yang harus kembali berdiam diri karena pemerintah setempat menilai wilayahnya masih risiko tinggi COVID-19.

Otoritas kesehatan pada hari Kamis (2/6), mengumumkan ada 7 kasus COVID-19 di distrik Jing'an dan Pudong. Dampaknya warga di area tersebut harus kembali mengisolasi diri selama 14 hari dengan 470.000 orang dijadwalkan menjalani tes.

Kebijakan China yang sama sekali tidak mau mentolerensi ada kasus COVID-19 menjadi sorotan berbagai pihak, bahkan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kebijakan lockdown yang ketat mengundang protes dari warga China sendiri karena dinilai membuat mereka kelaparan dan frustasi.

"Shanghai secara aktif mengeksplorasi mekanisme baru untuk menormalisasi tindakan pencegahan dan pengendalian (COVID-19 -red) di kota besar. Agar pembangunan ekonomi dan sosial bisa kembali normal secepatnya," tulis media milik Partai Komunis China, People's Daily, seperti dikutip dari CNN, Sabtu (4/6/2022).

Sementara itu mulai ramai negara yang berusaha 'hidup damai' dengan COVID-19. Negara-negara tersebut menyesuaikan kebijakan pelonggaran, menjaga kasus COVID-19 agar bisa terkendali meski penyakit tidak hilang seutuhnya.



Simak Video "Resor di China Lockdown, 80 Ribu Turis Terjebak"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT