ADVERTISEMENT

Sabtu, 04 Jun 2022 11:19 WIB

Viral Selebgram Ajak Selfie Ridwan Kamil, Begini Seharusnya Cara Belasungkawa

Firdaus Anwar - detikHealth
Ridwan Kamil Ikhlaskan Eril Foto: Instagram: @ataliapr
Jakarta -

Selebgram Fitri Bazri menuai sorotan karena mengunggah swafoto bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) di media sosial Instagram. Diketahui Ridwan Kamil baru saja kehilangan anak sulungnya, Emmeril Khan Mumtaz, di Swiss dan sedang dalam perjalanan kembali ke Indonesia.

Netizen menilai apa yang dilakukan Fitri Bazri tidak pantas di tengah suasana duka. Fitri Bazri kemudian merespons dengan menghapus foto dan mengunggah klarifikasi permohonan maaf.

"Jujur niat kami awal hanya mengucapkan bela sungkawa saat berpapasan dengan beliau saat menunggu boarding yang sama di Doha, Qatar. Setelah mengobrol sebentar dengan beliau, lalu normal sebagai manusia kita ingin mengabadikan moment bersama Pak RK, serta tidak ada tujuan apa pun," kata Fitri Bazri lewat akun Instagramnya.

"Terlepas dari itu semua, aku meminta maaf foto dengan Pak RK dan sudah di-takedown dari reels dan Instastory saya. Semoga masalah ini jadi pembelajaran untuk ke depannya. Terima kasih semua," pungkasnya.

Terkait duka akibat musibah yang menimpak keluarga Ridwan Kamil, banyak tokoh publik dan masyarakat umum yang turut bersimpati dan berbelasungkawa.

Psikolog klinis dari Tiga Generasi Utari Krisnamurthi mengatakan saat menyampaikan kedukaan, penting untuk tetap bersandar pada etika. Jangan sampai ucapan belasungkawa ini bukannya menguatkan pihak yang berduka, tapi justru menambah lukanya.

Agar tak menyakiti pihak yang berduka, hindari mengatakan hal-hal yang bersifat penasaran. Tak disarankan juga untuk memberi saran-saran yang tidak perlu.

"Sebaiknya jauhi pertanyaan yang mengarah ke penasaran, misalnya, nanya 'Kenapa kok bisa kejadian seperti ini? Apa yang terjadi? Apakah ada firasat akan ditinggalkan?' Atau, 'Kok bisa sih kayak gini? Harusnya jangan gini, gini.' Padahal orangnya kan udah nggak ada, jadi udah nggak bisa ada kata-kata 'harusnya' dan 'seandainya', atau menyesali kejadian tersebut," kata Utari di acara e-Life detikcom beberapa waktu lalu.

Orang yang mendengar tentang kematian di media sosial mungkin ingin mendapatkan lebih banyak informasi. Baiknya untuk tidak menanyakan informasi mengenai detail kejadian, sebab pihak keluarga butuh privasi.

Pun jika mengetahui detail yang tidak dibagikan secara publik, sebaiknya tidak asal membagikannya ke media sosial sebelum meminta izin secara langsung ke pihak keluarga.



Simak Video "Konten Negatif Kok Cenderung Mudah Viral?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT