ADVERTISEMENT

Senin, 06 Jun 2022 17:01 WIB

Viral Keseringan Begadang Berujung Stroke-Koma, Ini Penjelasan Medis di Baliknya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Viral wanita mengalami stroke di usia muda Viral keseringan begadang berujung stroke-koma (Foto: Tangkapan layar: SS Viral)
Jakarta -

Viral kisah wanita berusia 21 tahun yang terkena stroke berujung koma selama dua tahun gegara keseringan begadang. Ia bercerita memiliki kebiasaan tidur pagi setelah salat subuh.

Kebiasaannya itu ia jalani lebih dari satu tahun, diperparah dengan pandemi COVID-19. Akibatnya, kondisi tubuh terus melemah dan membuatnya semakin kesulitan berjalan dan beraktivitas.

"Guys ini foto aku pas lagi ulang tahun dan di RS, posisinya abis koma, kenapa koma? Karena di pembuluh darah otakku itu ada perdarahan, jadi ada stroke," cerita dia, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan Senin (6/6/2022).

Begadang dan kurang tidur secara ilmiah telah terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Penelitian dari Warwick Medical School yang diterbitkan dalam European Heart Journal pada 2011 lalu menunjukkan bahwa kurang tidur yang berkepanjangan dan pola tidur yang terganggu dapat memiliki implikasi kesehatan jangka panjang yang serius.

Peneliti telah menghubungkan kurang tidur dengan stroke, serangan jantung dan gangguan kardiovaskuler yang sering mengakibatkan kematian dini.

"Jika Anda tidur kurang dari enam jam per malam dan mengalami gangguan tidur, Anda memiliki peluang 48 persen lebih besar untuk meninggal akibat penyakit jantung dan 15 persen lebih besar kemungkinannya terkena penyakit jantung dan meninggal karena stroke," jelas Profesor Francesco Cappuccio dari University of Warwick Medical School dikutip dari Science Daily.

"Tren tidur larut malam dan dini hari sebenarnya adalah bom waktu bagi kesehatan kita sehingga Anda perlu bertindak sekarang untuk mengurangi risiko mengembangkan kondisi yang mengancam jiwa ini," tegasnya.

Profesor Cappuccio dan rekan penulis Dr Michelle Miller, dari University of Warwick, melakukan program penelitian yang menindaklanjuti bukti dari tujuh hingga 25 tahun dari lebih dari 470.000 peserta dari delapan negara termasuk Jepang, AS, Swedia, dan Inggris.

Dr Miller menjelaskan tidur pendek terlalu singkat menghasilkan hormon dalam tubuh yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, dan kondisi lain seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol, diabetes dan obesitas.

Namun bukan hanya tidur terlalu sedikit yang berbahaya. Terlalu banyak juga sama dampaknya. Dr Miller mengatakan tidur sembilan jam berturut-turut juga meningkatkan risiko kardiovaskular.

"Dengan memastikan Anda tidur sekitar tujuh jam setiap malam, Anda melindungi kesehatan masa depan Anda, dan mengurangi risiko penyakit kronis. Kaitannya jelas dari penelitian kami: tidurlah yang Anda butuhkan untuk tetap sehat dan hidup lebih lama," tegas Dr Miller.



Simak Video "Ini Ternyata Tanda-tanda Stroke"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT