ADVERTISEMENT

Selasa, 07 Jun 2022 17:05 WIB

Apa Itu Kanker Serviks? Diidap dr Lois Owien Sebelum Meninggal di Tarakan

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
dr Lois Owien selesai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya langsung dibawa ke Bareskrim Polsi, Senin (12/7/2021) malam. Foto: dr Lois Owien ditangkap polisi (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

dr Lois Owien dikabarkan meninggal dunia usai dirawat di rumah sakit. Ia meninggal setelah mengidap kanker serviks.

"Karena kanker serviks," ujar anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tarakan dr Ari Yusnita kepada detikSulsel, Selasa (7/6/2022).

dr Yusnita juga menyebut, dr Lois sudah mengidap kanker serviks sejak 6 bulan terakhir. Penyakit tersebut mulai terungkap saat dr Lois mengalami pendarahan.

Apa itu kanker serviks?

Dikutip dari laman WebMD, kanker serviks atau kanker leher rahim berisiko menyerang setiap wanita tanpa memandang usia dan gaya hidup. Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim.

Biasanya kanker serviks tidak menunjukkan gejala pada tahap awal dan akan muncul saat kanker sudah mulai menyebar. Penyakit ini umumnya menyerang wanita usia reproduktif 35-44 tahun. Namun, sekitar 15 persen, bisa terjadi pada wanita berusia di atas 65 tahun.

Gejala kanker serviks

Adapun gejala kanker serviks yang perlu diwaspadai, seperti:

  • Pendarahan di vagina setelah berhubungan seksual
  • Pendarahan setelah menopause
  • Volume menstruasi yang lebih banyak
  • Sakit ketika berhubungan seksual
  • Keluar cairan dari vagina yang tidak biasa

Setelah menyebar, kanker serviks dapat menyebabkan:

  • Sakit panggul dan pinggang
  • Kesulitan buang air kecil
  • Kaki bengkak
  • Nyeri tulang
  • Berat badan turun drastis
  • Hilang nafsu makan
  • Sering kelelahan

Penyebab kanker serviks

Hampir sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi dari virus Human Papilloma Virus (HPV). Kanker leher rahim dimulai ketika sel-sel sehat di serviks mengalami perubahan (mutasi) pada DNA.

Selain virus HPV, ada faktor risiko yang dapat meningkatkan kanker serviks antara lain:

  • Kebiasaan merokok
  • Menggunakan pil KB
  • Gangguan imunitas

Pencegahan kanker serviks

Selain mendapatkan vaksin, kanker serviks juga dicegah dengan hal berikut.

  1. Berhubungan intim dengan aman. Kurangi risiko kanker serviks dengan mencegah infeksi menular seksual, seperti menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks dan membatasi jumlah pasangan seksual.
  2. Jangan merokok. Jika merokok, bicarakan dengan dokter tentang strategi untuk membantu berhenti. Pasalnya, merokok berhubungan dengan kanker serviks sel skuamosa.
  3. Lakukan tes Pap (pap smear) secara rutin. Tes ini dapat mendeteksi kondisi prakanker serviks, sehingga dapat dipantau atau diobati untuk mencegah kanker serviks. Sebagian besar organisasi medis menyarankan untuk memulai tes Pap rutin pada usia 21 dan mengulanginya setiap beberapa tahun.


Simak Video "Kenali Gejala Kanker Serviks yang Harus Diwaspadai!"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT