ADVERTISEMENT

Rabu, 08 Jun 2022 09:04 WIB

Bersama Asosiasi Medis Dunia, IDI Susun Kode Etik Internasional

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Bersama Asosiasi Medis Dunia, IDI Susun Kode Etik Internasional Foto: Dok IDI
Jakarta -

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mewakili Tanah Air dalam agenda pertemuan World Medical Association (WMA). IDI membahas kode etik internasional bersama sejumlah organisasi profesi dokter lain di WMA Regional Meeting for Asia on The International Code of Medical Ethics, Bangkok Thailand, Rabu (8/6/2022).

Prof Dr Sukman Tulus Putra, SpA(K), sebagai Dewan Pertimbangan IDI dan MKEK menuturkan pertemuan ini juga menilai pengabdian profesi dokter pada kode etik, khususnya tanggung jawab mereka terkait layanan masyarakat.

"Kaidah moral ini merupakan wujud IDI mengawasi sinergitas pembangunan kesehatan dengan Kementerian Kesehatan untuk mendukung enam pilar transformasi kesehatan yang melingkupi pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penelitian," tutur dia dalam keterangan resmi yang diterima detikcom Rabu (8/6/2022).

IDI juga bakal menjadi tuan rumah konferensi WMA atau asosiasi dokter sedunia di Jakarta, Juli mendatang. IDI menegaskan organisasi profesi mereka menjadi asosiasi dokter resmi di Indonesia yang diakui dunia.

Lebih lanjut, dr Pukovisa Prawiroharjo dari Majelis Pengembangan Pelayanan Kedokteran (MPPK) IDI menekankan IDI akan terus proaktif untuk melakukan transparansi peran dokter saat mengabdi di masyarakat. "Dengan tidak melupakan nilai-nilai etik kesejawatan dan perubahan sosial di masyarakat," sebut dia.

Dalam kesempatan yang sama, Dr Eka Ginanjar dari Bidang Hubungan Internasional PB IDI menyebut pertemuan bersama WMA merupakan salah satu agenda lanjutan dari deklarasi bersama WHO di Swiss Juli lalu.

"Selain menyusun bersama kode etik kedokteran internasional, ini sebagai perlindungan dan keselamatan pasien dan masyarakat. Acara ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan IDI di dunia internasional," jelasnya.



Simak Video "Dorong Usulan Revisi UU Kedokteran, Legislator PDIP: IDI Terlalu Powerful"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT