ADVERTISEMENT

Kamis, 09 Jun 2022 08:30 WIB

Banyak Daerah RI Nihil Kasus Baru, Penularan COVID-19 Sudah Selesai?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Omicron yang lebih mudah menular memicu naiknya jumlah kasus COVID-19 di RI. Meski begitu masih ada warga Sumedang yang beraktivitas di luar rumah tanpa masker. Foto: Wisma Putra/detikcom
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan bahwa separuh dari 34 provinsi di Indonesia telah nihil kasus COVID-19. Kondisi ini dilaporkan seiring dengan proses transisi dari pandemi menuju endemi di Indonesia.

Hal ini juga selaras dengan yang dikatakan juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. Ia membenarkan bahwa memang sejumlah daerah tidak melaporkan kasus positif baru.

Dengan nihilnya kasus di beberapa daerah, apakah menjadi tanda penularan COVID-19 sudah selesai?

"Jika melihat hasil pencatatan kasus, memang benar tidak ditemukannya kasus positif. Namun, hal ini bukan berarti penularan sudah tidak ada, tetapi sudah terkendali," jelas Wiku dalam konferensi pers, Rabu (8/6/2022).

"Situasi ini adalah keberhasilan pemerintah daerah dan masyarakat yang terus konsisten melakukan penanganan COVID-19," lanjutnya.

Wiku menjelaskan penyebaran COVID-19 berjalan sangat dinamis. Maka dari itu, untuk mencegahnya semakin menyebar, penerapan protokol kesehatan harus tetap konsisten.

"Pada prinsipnya, kita paham bahwa penyebaran COVID-19 sangat dinamis dan tidak dibatasi oleh daerah satu dan daerah lainya," kata Wiku.

"Oleh karena itu, terus konsisten dan budayakan protokol kesehatan, termasuk perilaku hidup bersih dan sehat lainnya, seperti cukup tidur, tetap terhidrasi, makan makanan yang sehat dan bernutrisi, dan tetap berolahraga," pungkasnya.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT