ADVERTISEMENT

Kamis, 09 Jun 2022 16:18 WIB

Waspada Infeksi Pneumonia, Penyakit Paru-paru yang Berbahaya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Viruses in human lungs, 3D illustration. Conceptual image for viral pneumonia, flu, MERS-CoV, SARS, Adenoviruses and other respiratory viruses Ilustrasi Pneumonia (Foto: Getty Images/Enes Evren)
Jakarta -

Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang paru-paru. Kondisi ini menyebabkan peradangan pada kantong-kantong udara (alveoli) di salah satu atau kedua paru-paru. Akibatnya, alveoli dipenuhi cairan atau nanah yang membuat pengidapnya kesulitan bernapas.

Penyakit ini sangat berbahaya lantaran memicu kematian tertinggi pada anak-anak di seluruh dunia. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada 740.180 anak-anak yang meninggal dunia akibat pneumonia pada tahun 2019.

Penyebab Pneumonia

Dikutip dari laman resmi WHO, pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur. Dari sejumlah patogen tersebut yang paling umum, yaitu:

  • Streptococcus pneumoniae merupakan penyebab paling umum pneumonia pada anak-anak.
  • Haemophilus influenzae tipe b (Hib), bakteri penyebab pneumonia paling umum kedua setelah streptococcus pneumoniae.
  • Respiratory syncytial virus (RSV) atau virus penyebab pneumonia yang paling umum.

Gejala Pneumonia

Tanda dan gejala pneumonia bervariasi dari ringan hingga berat, tergantung pada faktor-faktor, seperti jenis pneumonia, usia, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Adapun gejala yang umum muncul jika terkena pneumonia, antara lain:

  • Batuk terus-terusan, dengan disertai dahak
  • Demam
  • Berkeringat
  • Menggigil
  • Susah bernapas
  • Dada sakit
  • Nafsu makan menurun
  • Detak jantung terasa cepat

Sementara, gejala yang cukup jarang terjadi tetapi bisa tetap muncul seperti:

  • Kepala sakit
  • Lemas dan lelah
  • Mual dan muntah
  • Nyeri sendi dan otot
  • Batuk disertai dengan darah

Penyakit pneumonia pada anak juga dapat menimbulkan gejala yang berbeda. Berikut gejala yang akan muncul saat penyakit pneumonia pada anak terjadi:

Anak di bawah usia 5 tahun, bisa mengalami napas yang cepat dan tidak teratur.

Bayi akan menunjukkan gejala muntah-muntah, lemas, tidak berenergi, dan sulit makan serta minum.

Penyebaran Pneumonia

Pneumonia dapat menyebar melalui beberapa cara. Virus dan bakteri yang biasa ditemukan di hidung atau tenggorokan anak, dapat menginfeksi paru-paru jika terhirup. Mereka juga dapat menyebar melalui tetesan udara dari batuk atau bersin. Selain itu, pneumonia dapat menyebar melalui darah, terutama selama dan segera setelah lahir.

Meskipun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut pada sejumlah patogen penyebab pneumonia dan cara penularannya. Hal ini sangat penting untuk pengobatan dan pencegahan.

Cara Pencegahan Pneumonia

Vaksinasi menjadi salah satu pencegahan pneumonia yang paling efektif. Namun, beberapa cara ini juga bisa dilakukan sebagai cara pencegahan pneumonia. Berikut di antaranya:

  • Berhenti merokok, dan menghindari asap rokok
  • Mencuci tangan sebelum makan, sebelum memegang makanan, setelah menggunakan kamar kecil, dan setelah berada di luar
  • Menghindari berada di sekitar orang yang sedang sakit
  • Tidak menyentuh atau berbagi benda yang dibagikan dengan orang lain
  • Makan makanan yang sehat, olahraga, dan istirahat yang cukup


Simak Video "Taiwan Desak China Beberkan Detail Wabah Virus Korona Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT