ADVERTISEMENT

Jumat, 10 Jun 2022 11:59 WIB

Satgas IDI Soroti Kasus COVID-19 Naik Lagi: Harus Tetap Taat Prokes!

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Vakinasi massal lanjutan atau dosis ketiga mulai gencar dilakukan. Salah satunya di Kota Bekasi, tepatnya di Stadion Patriot Candrabhaga. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Setelah sempat mengalami penurunan, tren kasus COVID-19 di Indonesia kembali naik. Per Kamis (9/6/2022), total kasus baru yang dilaporkan mencapai 556 kasus.

Meski begitu, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban meyakini bahwa Indonesia sudah memasuki fase endemi COVID-19. Hal ini dilihat berdasarkan sejumlah indikator epidemiolog yang membaik.

Namun, ia menegaskan COVID-19 merupakan penyakit yang dinamis. Pasalnya, kemungkinan kasus akan kembali naik.

"COVID-19 itu penyakit yang dinamis. Amat dinamis. Jadi, masih ada kemungkinan terjadi kenaikan. Harus tetap waspada dan taat prokes," tulisnya di akun Twitter pribadinya, dilihat detikcom, Jumat (10/6/2022).

Prof Zubairi mengungkapkan ada beberapa hal yang menandakan bahwa pandemi COVID-19 adalah penyakit yang dinamis. Misalnya angka positivity rate yang terus naik hingga kasus harian yang jumlahnya juga naik.

Nyatanya, kasus COVID-19 di Indonesia mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan kasus ini juga diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menyebut adanya peningkatan kasus sebanyak 31 persen dari 30 Mei hingga 5 Juni 2022.

"Ini yang saya maksud pandemi Covid-19 itu dinamis," bebernya.

Adapun beberapa tanda COVID-19 dinamis menurut Prof Zubairi, yaitu:

  • Positivity rate mingguan naik sedikit-sedikit menjadi 3% ke atas.
  • Kasus baru harian > 500 (lebih dari 500), namun kasus mingguan masih < 3.000 (kurang dari 3.000).
  • Risiko penularan masih amat rendah, tapi cenderung naik.
  • Indonesia ada di nomor 45 dunia.


Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT