ADVERTISEMENT

Jumat, 10 Jun 2022 09:31 WIB

Satgas Ungkap Dugaan 'Biang Kerok' COVID-19 RI Ngegas Lagi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Corona di Indonesia. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Satgas COVID-19 mengungkap kasus Corona di Indonesia kembali naik di lima provinsi yakni Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta. Laporan Satgas menunjukkan kenaikan kasus positif mingguan mencapai 31 persen dan kasus aktif harian sebesar 10 persen.

Kabid Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19 Alexander K Ginting mengungkap pemicu kenaikan kasus merupakan mobilitas tinggi dan pelonggaran protokol kesehatan.

Meski begitu, di tengah antibodi tinggi pasca vaksinasi COVID-19, gejala klinis yang timbul di masyarakat relatif ringan.

"Karena tingginya mobilitas, longgarnya prokes akan membuat terjadinya peningkatan kasus penularan, seperti yang dilaporkan dua hari terakhir," kata dia.

"Penularan di masyarakat masih berlangsung baik yang Delta atau Omicron, dengan sub-sub varian-nya. Hanya, karena pencapaian imunisasi yang tinggi, sehingga klinis tidak menonjol," jelas Alex saat dihubungi detikcom Kamis (9/6/2022).

Namun, ia mewanti-wanti kekhawatiran jika penularan terus terjadi, ada kemungkinan munculnya banyak mutasi dengan karakteristik berbeda.

"Masalah-nya semakin tinggi penularan maka terjadinya mutasi semakin banyak. Ada mutasi yang semakin lemah, tapi adapula mutasi membuat strain semakin virulent, semakin ganas daripada varian sebelumnya," sebut Alex.

Simak Video 'Satgas Covid-19: Perilaku Hidup Bersih Kunci Cegah Pandemi Selanjutnya':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT