Jumat, 10 Jun 2022 15:58 WIB

Kemenkes Ungkap Gejala dan Status Vaksin 4 Kasus Omicron BA.4 dan BA.5 di RI

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pemerintah menyebut Indonesia akan menghadapi gelombang varian Omicron baru. Peningkatan kasus Omicron disebut lebih cepat berkembang ketimbang COVID-19 varian Delta. Omicron di Indonesia. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kemunculan subvarian Omicron baru BA.4 dan BA.5 dilaporkan di Bali, total ada empat kasus. Empat kasus tersebut seluruhnya sudah divaksinasi lengkap, bahkan ada yang mendapatkan empat dosis vaksin COVID-19.

Juru bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril mengungkap satu di antaranya terpapar subvarian Omicron BA.4, sementara sisanya terpapar subvarian Omicron BA.5.

"Kasus BA.4, lelaki 27 tahun warga negara Indonesia, kondisi klinis tidak bergejala dan sudah vaksinasi dua kali," terang dia.

Sementara tiga pasien lainnya mengidap subvarian Omicron BA.5. Ketiganya merupakan pelaku perjalanan luar negeri yakni delegasi yang melakukan perjalanan di Bali pada 23 hingga 28 Mei 2022. Dua di antaranya tidak bergejala, sementara yang lain melaporkan kasus COVID-19 gejala ringan.

"Satu orang ringan, gejala sakit tenggorokan dan badan pegal," sebutnya.

Berikut detail lengkap laporan gejala dan status vaksin COVID-19.

  • Kasus Omicron BA.4 (Laki-laki 27 tahun): tidak bergejala, sudah divaksin dua dosis Pfizer
  • Kasus Omicron BA.5 (Laki laki 45 tahun): tidak bergejala, sudah tiga kali vaksin J&J
  • Kasus Omicron BA.5 (Laki-laki 57 tahun): sakit tenggorokan, badan pegal sudah empat kali vaksin Pfizer
  • Kasus Omicron BA.5 (Laki-laki 34 tahun): tidak bergejala, tiga kali vaksin (dua dosis astrazeneca dan 1 dosis J&J).


Simak Video "Jangan Euforia Dulu! Epidemiolog Minta Waspada soal BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)