ADVERTISEMENT

Sabtu, 11 Jun 2022 18:00 WIB

Belum Lama 'Bebas', Warga Shanghai Frustasi di Lockdown Lagi

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
China menerapkan pembatasan ketat di kawasan Beijing imbas penyebaran virus Corona. Salah satu kota terbesar di China itu kini sepi. Ini penampakannya. Belum lama 'bebas', warga Shanghai frustasi di lockdown lagi. Foto: AP Photo/Andy Wong
Jakarta -

Kasus COVID-19 kembali meningkat di China, pejabat lokal Shanghai memutuskan kembali memberlakukan lockdown pada beberapa distriknya. Lockdown diberlakukan pada 5 distrik yang dijadwalkan akan mendapatkan tes PCR massal.

Rencananya 14 dari 16 distrik yang ada di Shanghai akan mendapat tes PCR massal yang akan dilaksanakan akhir pekan ini. Pemberitahuan yang dikeluarkan salah satu distrik menggambarkan persyaratan tinggal di rumah sebagai 'manajemen tertutup' pada komunitas yang dijadikan sampel.

Kebijakan ini diambil setelah sebelumnya Shanghai baru saja lepas dari 2 bulan lockdown. Namun baru 10 hari benapas lega, kota ini kembali menerapkan lockdown pada beberapa distriknya akibat naiknya kasus COVID-19.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (11/6/2022), kebijakan lockdown dan tes PCR massal ini diambil setelah adanya temuan beberapa kasus penularan komunitas, termasuk cluster yang ditelusuri terjadi di salon kecantikan populer kota tersebut.

Kebijakan terbaru ini memicu ketakutan warga sehingga menyerbu toko kelontong dan platform belanja online untuk membeli stok makanan. Banyak pengguna media sosial Weibo, menyatakan mereka takut akan dikunci lebih lama di rumah karena baru mulai kembali bekerja setelah lockdown terakhir dicabut pada awal Juni.

Sementara tingkat infeksi China rendah menurut standar global, Presiden Xi Jinping telah menggandakan kebijakan zero-COVID yang menurut pihak pemerintah diperlukan untuk melindungi orang tua dan sistem medis.

Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan 151 kasus virus Corona baru pada Kamis (9/6), di mana 45 di antaranya bergejala dan 106 tidak menunjukkan gejala.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT