Minggu, 12 Jun 2022 13:47 WIB

Epidemiolog Minta Waspada! Omicron Baru BA.4 dan BA.5 Punya Mutasi Seperti Delta

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto: PIUS ERLANGGA
Jakarta -

Kemunculan empat kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang terdeteksi di Indonesia menimbulkan kekhawatiran di tengah pelonggaran masker. Menurut data terakhir, terdapat satu orang terinfeksi BA.4 dan tiga orang lain BA.5.

Dengan munculnya subvarian baru ini, ahli epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman menjelaskan bahwa turunan varian Omicron BA.4 dan BA.5 ini harus lebih diwaspadai sebab memiliki mutasi yang sama dengan varian Delta.

"BA.4 BA.5 adalah subvarian Omicron yang memiliki mutasi yang dimiliki oleh variant of concern Delta seperti L4.52. Nah, L452 ini sebagaimana Delta itu membuat mutasi BA.4 BA5, terutama BA.5, mudah sekali menginfeksi orang. Bukan hanya yang belum divaksinasi, tapi juga yang sudah divaksinasi," kata Dicky kepada detikcom, dikutip Minggu (12/5/2022).

Gen L452 dapat dengan mudah terikat di reseptor ACE 2 yang banyak berada di sel tubuh dan organ-organ manusia. Hal inilah yang menyebabkan subvarian BA.4 dan BA.5 sangat mudah menginfeksi serta menimbulkan gejala.

Selain itu, subvarian BA.4 dan BA.5 juga mampu melakukan reinfeksi yang artinya dapat menginfeksi orang yang sudah divaksin atau terkena COVID-19 sebelumnya.

"Bahkan yang sudah terinfeksi oleh BA.1, BA.2, atau BA.3 itu bisa terinfeksi lagi oleh BA.4 BA.5. Itu kemampuan dari BA.4 BA.5," terangnya.

Pentingnya Mitigasi

Menurut Dicky, meski tanpa gejala atau gejalanya ringan, laju pertumbuhan jumlah kasus BA.4 dan BA.5 ini berada di kisaran 12 hingga 13 persen. Sehingga, jika tidak ada upaya yang memadai kasus COVID-19 di Indonesia akan terus meningkat.

"Misalnya PPKM-nya dicabut, vaksinasinya turun, perilaku masyarakat memakai masker juga buruk. Itu dalam dua minggu bisa dominan dan bisa menyebabkan peningkatan jumlah kasus terinfeksi," jelasnya.

Selain itu, terdapat potensi subvarian BA.4 dan BA.5 ini menciptakan gelombang baru jika mitigasi tidak dilakukan maksimal.

"Ketika kita tidak menerapkan mitigasi yang memadai, dia berpotensi jadi gelombang, ada dalam beberapa minggu atau bulan ke depan," pungkas Dicky.

Sebagai informasi, per 11 Juni 2022 konfirmasi kasus harian Indonesia masih mengalami peningkatan yakni 547 kasus dengan 374 orang sembuh, 197 kasus aktif, dan 3 orang meninggal.



Simak Video "Subvarian BA.4 dan BA.5 Ngegas, WHO Pastikan Vaksin Masih Ampuh"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)