ADVERTISEMENT

Senin, 13 Jun 2022 17:45 WIB

COVID-19 DKI Selalu Tinggi, Pakar Imunologi Ungkap Kemungkinannya

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Situasi Covid-19 di Jakarta disebut memburuk pasca masuknya virus Corona varian Omicron yang diyakini lebih cepat menular dari varian sebelumnya, Jumat, (7/1/2022). Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Kasus COVID-19 DKI Jakarta beberapa waktu ini selalu tertinggi dibanding daerah-daerah lain di Indonesia. Menurut Ketua Umum Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (Peralmuni) Prof Dr dr Iris Rengganis, SpPD, K-AI, faktor stres dan pola hidup masyarakat bisa menjadi penyebab utamanya.

"Perbedaan geografis juga menentukan imun seseorang, pada kota seperti Jakarta yang penduduknya padat faktor stresnya tinggi sehingga membuat penularan COVID-19 dapat lebih rentan," ujar dr Iris dalam Talk Show Virtual Satgas Penanganan COVID-19, Senin (13/6/2022).

"Pola hidup masyarakat yang kurang disiplin juga menentukan, di daerah-daerah kecil biasanya kesehatan makanannya juga terjaga, kadang lebih sehat," sambungnya.

Terkait kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang ditemukan di Jakarta dan Bali, dr Iris menyatakan hal ini bisa terjadi karena imun seseorang belum mengenal subvarian baru tersebut.

"Imun kita tidak mengenal virus yang baru itu, karena belum kena virus baru tersebut," bebernya.

Menurutnya bahkan seseorang yang telah divaksin masih dapat berisiko terkena subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, namun dengan kondisi yang lebih ringan.

"Yang vaksin pun dapat kena walaupun paling ringan-ringan aja, lebih baik lagi yang sudah lakukan vaksin booster," pungkasnya.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT