ADVERTISEMENT

Selasa, 14 Jun 2022 16:30 WIB

Viral Wanita Asal Tangsel Idap Bell's Palsy, Wajah Kaku Bisa Permanen?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Bells palsy Viral wanita alami kondisi bell's palsy. (Foto: Tangkapan layar TikTok @juliyuliaa)
Jakarta -

Viral video seorang wanita yang menceritakan kondisinya terkena bell's palsy. Wanita bernama Yulia Zahra ini mengalami kelumpuhan di sebagian wajahnya.

Ia mengeluhkan wajahnya yang terasa kaku. Sulit menutup salah satu mata dan juga bibir sebelah kanan yang hampir tidak bisa digerakkan.

"Mata sebelah susah nutup, bibir kanan gabisa naik, senyum gabisa simetris," kata pemilik akun TikTok @juliyuliaa, yang belakangan videonya sudah ditonton jutaan orang, dikutip detikcom Selasa (14/6/2022).

"Pas ke dokter saraf, dibilang itu Bell's palsy dan cenderung banyak menjangkit ibu hamil karena aku lagi hamil juga," tambahnya.

Dikutip dari laman Hopkins Medicine, bell's palsy ini merupakan kondisi kelemahan atau kelumpuhan otot wajah yang tidak dapat dijelaskan. Kondisi ini terjadi secara tiba-tiba dan bisa memburuk selama 48 jam.

Kondisi ini terjadi akibat kerusakan pada saraf wajah (saraf kranial ke-7). Ini bisa menyebabkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan, yang biasanya terjadi pada satu sisi wajah atau kepala.

Berapa lama waktu pemulihannya?

Pada sebagian besar kasus bell's palsy, kelumpuhan wajah yang terjadi akan meningkat secara bertahap dalam waktu dua minggu hingga enam bulan pasca munculnya gejala. Dalam waktu tiga bulan, kebanyakan orang akan sembuh sepenuhnya.

Artinya, wajahnya bisa digerakkan dan fungsinya bisa kembali normal. Namun, jika terjadi keterlambatan pemulihan, biasanya disertai dengan beberapa bentuk fungsi wajah yang tidak normal.

Akankah kondisi ini akan menjadi permanen?

Bell's palsy ini biasanya hanya bersifat sementara. Tetapi, ada sebagian kecil kasus yang jarang terjadi, kelumpuhan wajah itu bisa tidak akan hilang atau permanen.

Jika kelumpuhan wajah akibat bell's palsy tidak kunjung membaik, diperlukan tindakan medis yang lebih efektif.



Simak Video "Sinovac: Risiko Lumpuh Wajah Setelah Vaksinasi Covid-19 Jarang Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT