ADVERTISEMENT

Selasa, 14 Jun 2022 17:01 WIB

Risiko Bell's Palsy Lebih Tinggi pada Ibu Hamil? Ini Faktanya

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Bells palsy Foto: Tangkapan layar TikTok @juliyuliaa
Jakarta -

Viral video seorang wanita yang menceritakan kondisinya terkena Bell's palsy. Wanita bernama Yulia Zahra yang ternyata sedang dalam kondisi hamil ini mengalami kelumpuhan di sebagian wajahnya.

"Pas ke dokter saraf, dibilang itu Bell's palsy dan cenderung banyak menjangkit ibu hamil karena aku lagi hamil juga," kata pemilik akun TikTok @juliyuliaa, yang belakangan videonya sudah ditonton jutaan orang, dikutip detikcom Selasa (14/6/2022)..

Ia bercerita wajahnya terasa kaku, sulit menutup salah satu mata dan juga bibir sebelah kanan yang hampir tidak bisa digerakkan.

"Mata sebelah susah nutup, bibir kanan gabisa naik, senyum gabisa simetris," sambungnya.

Dikutip dari Facial Paralysis Institute, wanita hamil tiga kali lebih mungkin mengalami Bell's palsy dibandingkan wanita tidak hamil, dengan dominasi pada trimester ketiga.

Menurut keterangan lembaga tersebut, ada beberapa dugaan muncul terkait mengapa Bell's palsy lebih berisiko menyerang seorang wanita hamil, seperti di bawah ini:

  • Peningkatan total air tubuh yang menyebabkan pembengkakan dan (atau) kompresi saraf wajah
  • Sistem kekebalan yang melemah, terutama pada trimester ketiga, yang dapat menyebabkan reaktivasi virus herpes simpleks (HSV)
  • Peningkatan faktor pembekuan darah
  • Peningkatan kadar hormon wanita estrogen dan progesteron

Perawatan Bell's palsy saat kehamilan masih jadi perdebatan para pakar. Beberapa dokter memilih untuk tidak mengobati dengan steroid atau antivirus, terutama jika terjadi pada trimester pertama.

Yang lain memilih untuk mengobati Bell's palsy selama kehamilan, terutama jika terjadi pada trimester ketiga. Steroid telah dinilai sebagai pengobatan "sangat efektif" untuk Bell's palsy selama kehamilan, sementara antivirus "mungkin efektif" hanya bila dikombinasikan dengan steroid (tidak bisa digunakan sendiri).

Terapi fisik adalah pilihan lain untuk perawatan Bell's palsy pada masa kehamilan, karena aman dan tidak memerlukan obat-obatan, terapi juga dapat dilanjutkan beberapa bulan setelah melahirkan.



Simak Video "Plasma Konvalesen Dapat Cegah Gawat Janin Pada Bumil Terpapar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT