ADVERTISEMENT

Selasa, 14 Jun 2022 18:20 WIB

Satgas Akui COVID-19 RI 'Ngegas' Terus, Ini Perbandingan dengan Negara Lain

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta berlakukan PPKM level 2 sebagai upaya cegah varian Omicron. Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan saat beraktivitas di tengah pemberlakuan PPKM ini. Corona di Indonesia. (Foto ilustrasi: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Juru bicara Satgas COVID-19 Indonesia Prof Wiku Adisasmito menyebut kenaikan kasus Corona di Indonesia terlihat dalam beberapa pekan terakhir belum bisa dipastikan penyebabnya. Meski begitu, hal ini menurutnya perlu menjadi perhatian bersama, lantaran infeksi kasus harian maupun kasus aktif sebelumnya berhasil ditekan selama dua bulan.

"Seperti yang kita ketahui, bahwa beberapa minggu terakhir terjadi kenaikan. Kasus mingguan dari sebelumnya 1.800 kasus di akhir Mei, lalu menjadi 3.600 kasus pada minggu lalu," kata Prof Wiku dalam konferensi pers BNPB, Selasa (14/6/2022).

"Tidak hanya kasus mingguan, kasus aktif juga mengalami peningkatan. Di akhir Mei lalu, kasus aktif berkisar di angka 2.900 kasus, sedangkan per kemarin 13 Juni 2022 berkisar di angka 4.900 kasus. Tentunya angka kenaikan ini perlu menjadi perhatian kita bersama, karena apabila tidak dimitigasi dengan baik, kasus akan terus mengalami kenaikan," sambung dia.

Perbandingan dengan Negara Lain

Kabar baiknya, jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain, kasus COVID-19 di Indonesia masih relatif lebih rendah. Prof Wiku mengambil contoh kasus data per 11 Juni.

Indonesia mencatat kasus COVID-19 paling rendah dibandingkan negara tetangga dan Asia lainnya. Misalnya, Malaysia berada di 1.709 kasus, Thailand menyumbang 2.474 kasus dalam periode yang sama. India juga mencatat kasus lebih banyak dengan 8.582 pasien, sementara Australia melampaui 16 ribu kasus.

"Tentunya dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar dibandingkan negara lainnya, jumlah kasus harian di Indonesia dapat dikatakan rendah. Kenaikan kasus yang saat ini terjadi perlu untuk kita upayakan bersama-sama untuk menekan kasus semaksimal mungkin," beber dia.

NEXT: Pemicu lonjakan masih misterius.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Satgas Covid-19: Kasus Kematian Meningkat Selama 3 Hari Terakhir"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT