ADVERTISEMENT

Rabu, 15 Jun 2022 18:00 WIB

Awas! Ini Ciri-ciri Lambung Sudah Nggak Sanggup Makan Pedas

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
7 Tips Makan Penderita Asam Lambung Agar Tak Sering Kambuh Ilustrasi lambung nyeri dan panas (Foto: iStock)
Jakarta -

Makan pedas menjadi salah satu yang banyak digemari, terutama di Indonesia. Rasanya belum lengkap jika makan tak memakai sambal atau cabai, terlebih jika dicampur dengan rasa asam dan asin.

Akan tetapi, mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas juga bisa memicu dampak buruk bagi saluran pencernaan, terutama lambung. Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi dari RS Pondok Indah, Prof Dr dr Rino Alvani Gani, Sp.PD-KGEH, menjelaskan bahwa tanda lambung yang tidak kuat mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas, seperti nyeri dan panas.

Hal tersebut terjadi akibat zat yang ada di dalam kandungan makanan pedas dapat merangsang dan memicu kerusakan pada sel-sel saraf di saluran pencernaan sampai terjadinya luka.

"Berakibat nyeri atau panas yang hebat," katanya saat webinar virtual, Rabu (15/6/2022).

"Ada beberapa zat yang mempunyai akibat merangsang saraf-saraf di saluran pencernaan. Dan kadang-kadang tidak hanya merasang sarafnya, tetapi juga berakibat pada kerusakan sel-sel dari saluran pencernaan tersebut tergantung pada apa yang dimakan," pungkas dr Rino.

Apabila sudah terjadi, kondisi ini bisa memicu seseorang pingsan atau kolaps akibat nyeri yang dirasakan.

"Bisa terjadi kerusakan dari sel-sel lambung, kemudian kerusakan tersebut bisa berakibat mengelupasnya sel-sel lambung sampai terjadinya luka, ini bisa timbul oleh karena zat-zat tersebut," tuturnya.

"Dan tentunya juga bisa pingsan oleh karena rasa nyeri yang hebat akibat penggunaan zat tersebut," katanya dr Rino.



Simak Video "Dokter Spesialis Sebut Mag Tak Menyebabkan Kematian"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT