ADVERTISEMENT

Jumat, 17 Jun 2022 15:10 WIB

Corona RI Tembus Seribu 2 Hari Terakhir, Kasus Mingguan Naik 84 Persen

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Corona di Indonesia. (Foto: dok detikcom)
Jakarta -

Corona di Indonesia terus merangkak naik, dua hari terakhir kasus harian COVID-19 melampaui seribu kasus sejak Rabu (15/6) yakni 1.242 kasus dan Kamis (16/6) 1.173 kasus. Kementerian Kesehatan RI menduga dua penyebab lonjakan kasus COVID-19 didorong longgarnya protokol kesehatan COVID-19 dan kemunculan subvarian baru Omicron BA.4 serta BA.5.

Jika dirinci, terdapat kenaikan 84 persen dari laporan kasus positif mingguan per 3 hingga 9 Juni, dibandingkan kasus COVID-19 per 10 hingga 16 Juni. Kumulatif kasus mingguan di 3 hingga 9 Juni berjumlah 3.091 pasien, sementara di 10 sampai 16 Juni totalnya mencapai 5.688 orang.

Angka kasus kematian COVID-19 ikut meningkat, tetapi tercatat tidak signifikan. Dari periode 3 hingga 9 Juni berjumlah 31 kasus, naik di total kumulatif 38 kasus per 10 hingga 16 Juni. Artinya, kenaikan terjadi 22,5 persen.

Meski begitu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mewanti-wanti level transmisi atau penularan COVID-19 menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mungkin akan naik ke level 2 imbas Omicron baru. Puncak Omicron BA.4 dan BA.5 disebut tiba akhir Juli dengan prediksi 20 ribu kasus per hari, sepertiga dari puncak kasus Omicron sebelumnya yang melampaui 60 ribu infeksi dalam 24 jam.

Kabar baiknya, juru bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril menyebut gejala Omicron BA.4 dan BA.5 tampaknya lebih ringan dibandingkan varian-varian terdahulunya.

"Kita tidak usah terlalu mempermasalahkan subvarian-nya ya. Apalagi sekarang subvarian BA.4 dan BA.5 ini lebih ringan gejala yang ditimbulkan dibanding dengan Omicron sebelumnya maupun dari Delta," kata Syahril, Kamis (16/6/2022).



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT