ADVERTISEMENT

Jumat, 17 Jun 2022 19:16 WIB

Kasus Suspek Cacar Monyet Dilaporkan di Singkawang, Ini Respons Kemenkes

Firdaus Anwar - detikHealth
Cacar monyet: 80 kasus dikonfirmasi di 11 negara, apa sebenarnya cacar ini dan seberapa berbahaya? Kasus suspek cacar monyet dilaporkan di Singkawang, ini respons Kemenkes (Foto: BBC World)
Jakarta -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Singkawang, Kalimantan Barat, pada Jumat (17/6/2022), melaporkan satu kasus suspek cacar monyet. Pasien diketahui seorang laki-laki yang tidak memiliki riwayat bepergian.

Menanggapi kabar tersebut, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan RI, Maxi Rein Rondonuwu mengaku masih belum mendapat laporan resmi soal kasus suspek cacar monyet. Pihaknya akan segera melakukan pengecekan ke dinas terkait.

"Belum ada laporan resmi ke kami. Kami segera cek ke dinkesnya ya," kata Maxi saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (17/6/2022).


Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang P2 Kesehatan dan KB Singkawang Mursalin mengatakan pasien awalnya didiagnosis mengalami cacar air di puskesmas. Hanya saja kamudian bintil-bintilan yang tampak dinilai lebih banyak dari cacar air biasanya.

"Karena dicurigai sebagai penyakit cacar monyet, sehingga pasien dirujuk dengan protap protokol kesehatan sampai ke RSUD Yos Soedarso. Dan sekarang sudah dirawat di ruang isolasi RSUD Yos Soedarso Pontianak," tutur Mursalin seperti dikutip dari kantor berita Antara, Jumat (17/6/2022).

Cacar monyet sendiri adalah penyakit langka yang tadinya hanya endemik di negara-negara Afrika karena virus dari genus Orthopoxvirus. Namun, karena sebab yang belum bisa dipastikan, belakangan ini cacar monyet menyebar luas ke berbagai negara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah melakukan pertemuan darurat untuk menentukan status wabah cacar monyet di dunia yang sudah lebih dari 1.000 kasus.

"Wabah cacar monyet tidak biasa dan mengkhawatirkan.. Untuk alasan itu, saya telah memutuskan untuk mengadakan Komite Darurat di bawah Peraturan Kesehatan Internasional minggu depan, untuk menilai apakah wabah ini merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.



Simak Video "Menkes: Monkeypox Menular Jika Sudah Ada Gejala"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT