Temuan Kasus Diduga Cacar Monyet di Singkawang Ternyata Cacar Air

ADVERTISEMENT

Round Up

Temuan Kasus Diduga Cacar Monyet di Singkawang Ternyata Cacar Air

Firdaus Anwar - detikHealth
Sabtu, 18 Jun 2022 08:14 WIB
Ilustrasi cacar monyet
Foto: Getty Images/iStockphoto/ZEEDIGN
Jakarta -

Dinas Kesehatan Singkawang melaporkan satu kasus dugaan cacar monyet pada Jumat (17/6/2022). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kemudian memberikan klarifikasi ternyata itu kasus cacar air.

Kepala Bidang P2 Kesehatan dan KB Singkawang Mursalin awalnya mengatakan ada pasien pria yang mengalami gejala cacar air datang ke puskesmas. Ruam atau bintilan berisi air yang muncul kemudian dinilai tampak lebih banyak dari biasanya, dan sebagai bentuk kehati-hatian pasien akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit dr Soedarso Pontianak.

"Karena dicurigai sebagai penyakit cacar monyet, sehingga pasien dirujuk dengan protap protokol kesehatan sampai ke RSUD Yos Soedarso. Dan sekarang sudah dirawat di ruang isolasi RSUD Yos Soedarso Pontianak," tutur Mursalin seperti dikutip dari kantor berita Antara, Jumat (17/6/2022).

Pasien diketahui tidak memiliki riwayat bepergian atau kontak fisik dekat dengan orang dari luar lingkungannya.

Klarifikasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu pada hari yang sama memberi klarifikasi kasus dugaan cacar monyet di Singkawang tersebut adalah kasus varicella atau cacar air. Pasien memang tidak pernah terinfeksi cacar dan belum mendapatkan vaksinasinya.

Cacar air diketahui disebabkan oleh virus varicella zooster (VZV), sementara cacar monyet disebabkan virus monkeypox (MPXV).

"Bukan cacar monyet ya, tapi varicella. Diagnosa akhir dari dokter RS Sudarso adalah varicella," kata Maxi seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Lebih detail, berikut laporan kronologi kasus yang diterima Kementerian Kesehatan:

9 Juni 2022

Pasien berjenis kelamin laki-laki mengalami ruam kecil berair di bagian dada kiri.

10 Juni 2022

Pagi harinya, kondisi ruam kecil berair semakin banyak muncul.

11 Juni 2022

Pasien berobat ke Pustu Setapuk Kecil dan disarankan oleh dokter untuk berobat ke UPT Puskesmas Singkawang Utara I apabila benjolan kecil berair semakin banyak.

13 Juni 2022

Pasien kemudian dibawa kedua orang tua untuk dirujuk ke spesialis Penyakit Kulit di RS Vincent.

Dari RS Vincent pasien diberikan obat Acyclovir 5 x 400 mg, paracetamol untuk demam dan cetirizine 1 x 1 tab. Kemudian pasien dirujuk ke RS dr Soedarso Pontianak untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

17 Juni 2022

Kondisi ruam sudah mengering dan didiagnosa dokter varicella.

"Jadi tidak ada pengambilan sampel karena di diagnosa varicella," pungkas Maxi.



Simak Video "Keterangan Kemenkes soal Kasus Suspek Cacar Monyet di Singkawang"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT