ADVERTISEMENT

Sabtu, 18 Jun 2022 16:07 WIB

Asal-usul COVID-19 Masih Misteri, WHO Tak Anulir Teori Kebocoran Lab China

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali merekomendasikan penyelidikan lebih lanjut tentang kemungkinan kebocoran laboratorium di China menjadi asal-usul dari COVID-19. WHO juga menolak untuk mengesampingkan teori ini tanpa adanya bukti.

"Semua hipotesis harus tetap dikumpulkan sampai kami memiliki bukti yang memungkinkan kami untuk memastikannya tetap diteliti atau tidak," jelas WHO yang dikutip dari India Today, Sabtu (18/6/2022).

"Kami terus meminta China untuk berkolaborasi dengan proses ini dan melakukan studi yang direkomendasikan Scientific Advisory Group for the Origins on Novel Pathogens (SAGO)," lanjutnya.

Sejauh ini, ada beberapa teori yang diduga menjadi asal-usul dari COVID-19 yang pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China. Mulai dari virus melompat dari kelelawar atau hewan lain ke manusia hingga kebocoran laboratorium.

Sebelumnya, SAGO sempat mengesampingkan teori kebocoran laboratorium karena dianggap sangat tidak mungkin. Namun, kali ini kelompok penasihat itu kembali menegaskan bahwa teori tersebut tidak bisa diabaikan.

SAGO juga telah meminta China untuk menyediakan data mentah untuk membantu penyelidikan baru. Tetapi, China menolak dengan alasan aturan privasi pasien.

China bahkan secara konsisten membantah tuduhan bahwa virus Corona itu bocor dari laboratorium spesialis di Wuhan. Mereka menyebut teori itu adalah kebohongan yang dibuat-buat oleh pasukan anti-China untuk tujuan politik.

"Teori kebocoran laboratorium benar-benar kebohongan yang dibuat oleh pasukan anti-China untuk tujuan politik, yang tidak ada hubungannya dengan sains," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian, dikutip dari Channel News Asia.

"Kami selalu mendukung dan berpartisipasi dalam pelacakan virus global berbasis sains, tetapi kami dengan tegas menentang segala bentuk manipulasi politik," pungkasnya.

Zhao mengatakan pihak China telah berkontribusi besar terhadap pelacakan virus dan berbagi sebagian besar data dan hasil penelitian. Mereka mengklaim telah terbuka, transparan, dan bertanggung jawab untuk pekerjaan WHO dan kelompok penasihatnya.



Simak Video "Pasar Huanan Diduga Kuat Jadi Pusat Penyebaran Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT