COVID-19 RI Ngegas Lagi, Kemenkes Luruskan Aturan Bebas Masker di Luar Ruangan

ADVERTISEMENT

COVID-19 RI Ngegas Lagi, Kemenkes Luruskan Aturan Bebas Masker di Luar Ruangan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sabtu, 18 Jun 2022 14:40 WIB
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kasus COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup besar selama beberapa hari ini. Ini terjadi di saat pelonggaran sejumlah protokol kesehatan, termasuk bebas masker di luar ruangan, diberlakukan.

Melihat ini, masyarakat kembali diimbau untuk tidak membuka masker di sembarang tempat untuk mencegah terjadinya penularan. Juru bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril kembali meluruskan makna di balik aturan bebas masker.

Syahril meminta masyarakat untuk tidak asal membuka masker di luar ruangan. Sebab, menurutnya ada beberapa kondisi yang mengharuskan masker tetap dipakai di luar ruangan, meski adanya keputusan bebas masker.

"Beberapa masyarakat menginterpretasikannya dengan melepas masker di ruang terbuka secara seenaknya, sedangkan terdapat beberapa poin yang harus diperhatikan untuk menggunakan masker ataupun melepaskan masker," jelas dr Syahril dalam diskusi daring, Kamis (16/6/2022) lalu.

Ia menjelaskan aturan bebas masker hanya boleh dilakukan dalam kondisi tidak berkerumun. Namun, saat berada di kerumunan seperti menonton konser atau pertandingan olahraga di stadion masker tetap wajib dipakai.

Syahril berharap aturan ini bisa dipahami oleh masyarakat, di semua kelas atau elemen masyarakat. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Terlebih, saat ini muncul subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang disebut menjadi salah satu penyebab lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia.

"Contohnya di sekolah tadi bagaimana kepala sekolah menyampaikan hal ini agar penyampaian kepada siswa itu baik, begitu pula di desa, di kantor dan sebagainya. Diperlukan komunikasi publik yang berulang-ulang edukasi dan komunikasi untuk menjaga hal ini," kata dr Syahril.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT