ADVERTISEMENT

Senin, 20 Jun 2022 09:00 WIB

Terungkap, Ini Komorbid Terbanyak pada Pasien Omicron BA.4 dan BA.5 di RI

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto: PIUS ERLANGGA
Jakarta -

Kementerian Kesehatan melaporkan adanya penambahan kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI yang dilaporkan Direktur Jenderal Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Maxi Rein Rondonuwu Jumat (17/6/2022), total kasus mencapai 57 orang.

Dari 57 kasus yang ada, 10 di antaranya subvarian BA.4 dan 47 subvarian BA.5. Selain itu, beberapa pasien yang terinfeksi kedua varian tersebut memiliki penyakit komorbid atau penyakit penyerta.

Berikut detailnya:

Hipertensi

- Kasus Omicron BA.5 sebanyak 1 orang

Pneumonia

- Kasus Omicron BA.5 sebanyak 1 orang

Tidak ada komorbid

- Kasus Omicron BA.4 sebanyak 2 orang
- Kasus Omicron Ba.5 sebanyak 17 orang

Dalam tahap identifikasi

- Kasus Omicron BA.4 sebanyak 8 orang
- Kasus Omicron Ba.5 sebanyak 28 orang

Terkait gejala yang muncul, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 memiliki gejala yang cenderung lebih ringan. Mengacu pada studi Hong Kong terkait posisi replikasi virus 'Keluarga Omicron', gejala yang lebih sering muncul terjadi di saluran napas atas. Berikut rinciannya:

  • Batuk: 89 persen
  • Fatigue atau kelelahan: 65 persen
  • Hidung tersumbat atau rinore: 59 persen
  • Demam: 38 persen
  • Mual atau muntah: 22 persen
  • Sesak napas: 16 persen
  • Diare: 11 persen
  • Anosmia atau ageusia: 8 persen


Simak Video "Indonesia Didominasi Varian Omicron, Termasuk BA.4-BA.5"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT