ADVERTISEMENT

Selasa, 21 Jun 2022 07:30 WIB

Batuk Pilek Dites Antigen Pasti Positif COVID-19? Ini Penjelasan Dokter Paru

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sebanyak 54 pengungsi korban gempa di Majene dan Mamuju, Sulbar, tiba di Solo. Para pengungsi pun menjalani rapid test antigen saat tiba di Bandara Adi Soemarmo Ilustrasi tes COVID-19. (Foto: Agung Mardika)
Jakarta -

Kerap heboh anjuran untuk tidak melakukan tes COVID-19 saat bergejala batuk pilek lantaran diyakini hasilnya bakal positif. Faktanya, tidak seperti itu. Menurut dokter spesialis paru Erlina Burhan dari RSUP Persahabatan, pasien justru dianjurkan melakukan pemeriksaan dini saat gejala baru muncul atau relatif ringan.

Hal ini untuk memastikan gejala batuk pilek benar dipicu oleh infeksi COVID-19 atau infeksi bakteri. "Kalau negatif misalnya, bukan karena COVID-19 tapi karena bakteri, kan tatalaksananya juga akan berbeda," katanya dalam agenda webinar daring IDI, dikutip Selasa (21/6/2022).

Menghindari pemeriksaan tes COVID-19 disebutnya justru hanya akan merugikan kondisi pasien. Ada kemungkinan risiko gejala memburuk, lantaran tatalaksana atau perawatan pasien terlambat.

"Dan kalau terlambat tidak mau didiagnosis, nanti sudah parah, pengobatannya akan lebih susah," terang dia.

dr Erlina mengingatkan, pasien COVID-19 yang terlanjur bergejala berat lebih mungkin terkena long COVID-19, atau keluhan gejala berkepanjangan.

"Di data jurnal, penyakit yang berat itu berhubungan dengan long COVID-19, saya memiliki pasien-pasien long COVID ini karena rata-rata penyakitnya berat waktu dirawat, dan ini sungguh menyulitkan dan rata-rata gejalanya fatigue, jalan 200 meter udah sesak," lanjut dia.

"Periksalah gejalanya saat baru saja terjadi, supaya cepat ketahuan, cepat diobati dan menurunkan risiko long COVID," sambungnya.



Simak Video "'Flu Perut', Penyakit yang Tak Ada Hubungannya dengan Virus Influenza"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT