ADVERTISEMENT

Selasa, 21 Jun 2022 21:02 WIB

Studi: Vaksin Lengkap Tanpa Booster Tidak Efektif Lawan Omicron

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Pemerintah terus mengebut vaksinasi booster untuk mengendalikan pandemi Corona. Saat ini posko yang terus sibuk melayani warga berada di Taman Swakarsa Pondok Kelapa, Jaktim. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Sebuah penelitian terbaru menyebutkan vaksinasi lengkap dua dosis tanpa tambahan dosis booster ternyata tidak mampu memberikan perlindungan yang efektif melawan varian Omicron. Studi yang diterbitkan di New England Journal of Medicine ini memberikan pemahaman tentang jangka waktu kekebalan virus Corona dan menawarkan wawasan tentang masa depan pandemi.

"COVID-19 pada dasarnya akan tinggal bersama kita selamanya. Itu tidak benar-benar akan hilang. Tapi pertanyaannya adalah: apakah kita bisa hidup dengannya bagaimana pun caranya?" kata Laith Jamal Abu-Raddad, salah satu penulis studi tersebut, dikutip dari Daily Sabah (21/6/2022).

Studi ini dilakukan di Qatar dengan melakukan pemeriksaan data saat subvarian Omicron BA.1 dan BA.2 menyebar di sana pada akhir Desember 2021 hingga akhir Februari 2022.

Studi ini menemukan bahwa orang yang telah menerima kedua dosis suntikan vaksin tetapi tidak dilanjut dengan suntikan booster pada dasarnya tidak memiliki perlindungan terhadap infeksi ringan hingga sedang terhadap subvarian Omicron.

Orang yang terinfeksi sebelumnya sekitar 46 persen efektif dalam mencegah infeksi bergejala. Vaksinasi lengkap dua dosis ditambah dosis booster mengurangi risiko menjadi sekitar 52 persen.

Terakhir, memiliki kekebalan alami dari infeksi sebelumnya serta kekebalan dari vaksin lengkap dan booster adalah yang paling efektif, mengurangi risiko COVID-19 sebesar 77 persen.



Simak Video "Eropa Rekomendasikan Booster Kedua untuk Lansia dan Kelompok Rentan"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT