Rabu, 22 Jun 2022 09:01 WIB

Disebut Mirip Flu Biasa, Ini 2 Gejala Omicron BA.4 dan BA.5 Paling Umum

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
SDN Jati 01 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, gelar swab PCR massal yang diikuti para guru. Hal itu dilakukan guna cegah penyebaran Corona di lingkungan sekolah Gejala Omicorn BA.4 dan BA.5 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Gejala Omicron BA.4 dan BA.5 perlu diwaspadai oleh masyarakat. Pasalnya, kedua subvarian ini diyakini lebih menular dibandingkan strain asli maupun varian lainnya. Bahkan masa inkubasinya hanya membutuhkan waktu 1 sampai 3 hari untuk memicu gejala.

Meskipun disebut lebih menular, Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan menyebut masa penyembuhan dari infeksi subvarian Omicron baru ini lebih cepat dibandingkan varian lainnya.

"Masa inkubasinya cepat 1 sampai 3 hari langsung bergejala, tapi nggak perlu khawatir karena recoverynya (penyembuhan) juga cepat. Para ahli sepakat bahwa laporan-laporan dari berbagai negara gejalanya hampir sama, dianggap lebih menular dari BA.2," kata dr Erlina dalam diskusi daring, Minggu (12/6/2022).

Lantas, seperti apa gejala Omicron BA.4 dan BA.5 paling umum? Simak informasi berikut.

Gejala Omicron BA.4 dan BA.5 Paling Umum

Dalam kesempatan yang berbeda, dr Erlina mengungkapkan gejala Omicron BA.4 dan BA.5 yang paling umum dapat berupa batuk dan sakit tenggorokan.

"Data-data di Indonesia dari 57 kasus umumnya adalah batuk. Delta itu demam, sekarang batuk dan nyeri tenggorokan, pilek, flu. Kesannya seperti flu. Tapi kemudian dari pasien-pasien kami yang dirawat di rumah sakit, batuk dan nyeri tenggorokan sangat dominan," ucapnya.

Dua gejala subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ini memang sangat mirip dengan flu biasa, sehingga kerap disepelekan oleh masyarakat. Padahal, sangat penting untuk tetap melakukan pemeriksaan meskipun hanya mengalami gejala ringan.

"Karena mirip flu, orang malas lakukan SWAB. Padahal ini penting untuk tracing dan pengobatan yang tepat," katanya.

dr Erlina juga mengingatkan, jangan sampai baru datang ke rumah sakit ketika gejala COVID-19 yang dialami termasuk kategori parah, seperti sesak napas.

"Jadi batuk, nyeri tenggorok, harus periksakan diri. Jangan tunggu sesak karena artinya kerusakan paru sudah terjadi, kekurangan oksigen, dan ini berbahaya," lanjutnya.

Sebelumnya, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 dilaporkan sudah ada 57 kasus di Indonesia per 17 Juni 2022. 10 di antaranya merupakan kasus BA.4, sedangkan 47 lainnya merupakan kasus BA.5.

Simak Video 'Waspadai Gelombang Covid Baru, Ahli Sarankan Vaksinasi Dosis Keempat':

[Gambas:Video 20detik]



(suc/naf)