Rabu, 22 Jun 2022 09:31 WIB

Alert! Satgas Sebut COVID-19 Mingguan RI Naik 105 Persen

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen. Kasus Corona mingguan di Indonesia naik 105 persen. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Data Satgas COVID-19 menunjukkan kenaikan kasus mingguan mencapai 105 persen, dari semula 3.688 kasus di pekan lalu, kini menjadi 7.587. Kasus aktif juga kembali merangkak naik, sebelumnya berada di 4.734 kasus per minggu, naik menjadi 8.594 kasus mingguan.

Menurut juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, hal ini harus menjadi perhatian untuk kembali mengetatkan protokol kesehatan. Ia mengimbau setiap individu bertanggung jawab untuk melindungi diri masing-masing dan orang terdekat.

"Meskipun angka kenaikan ini terbilang tidak tinggi dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan, tetapi kenaikan ini merupakan alarm yang perlu kita waspadai," jelas Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19 secara virtual, Selasa (21/6/2022).

Sayangnya, angka kasus kematian juga ikut meningkat dari minggu terakhir, pekan lalu berada di 28 kasus, kini totalnya mencapai 44 kasus.

"Meskipun jumlahnya tidak besar dibandingkan jumlah kasus positif, seharusnya jumlah kematian dapat ditekan. Selalu saya tekankan bahwa 1 kematian saja terbilang nyawa," Wiku menekankan.

Sementara jumlah persentase kesembuhan terbilang masih relatif tinggi berada di 97,28 persen. Jumlah testing COVID-19 tiga pekan terakhir juga tercatat meningkat. Pekan ini, jumlah orang yang diperiksa mencapai 340.723, atau 126,19 persen dari target badan kesehatan dunia (WHO).

"Kabar baiknya, positivity rate ini masih di bawah 5 persen, dan masih dapat dikatakan aman. Tentunya angka ini harus tetap kita tekan sehingga tidak mendekati 5 persen dengan terus gencar meningkatkan testing di tengah masyarakat," lanjut Wiku.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)