Rabu, 22 Jun 2022 08:01 WIB

Maaf, Pakar Bawa Kabar Tak Enak soal Omicron BA.4 dan BA.5

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Different colors of the spike proteins symbolize different mutations. Coronavirus pattern on dark blue background. The pale viruses are different in size. Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/i-am-helen
Jakarta -

Kemunculan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 kembali membuat para pakar khawatir. Hal ini juga diungkapkan oleh Profesor Kei Sato dan rekannya dari Universitas Tokyo.

Profesor Sato mengatakan subvarian Omicron, seperti BA.4, BA.5, dan BA.2.12.1 mungkin telah berevolusi dan menargetkan infeksi pada sel paru-paru dibandingkan saluran pernapasan bagian atas. Ini membuat subvarian itu lebih mirip dengan varian Corona yang beredar sebelumnya, yakni Alpha dan Delta.

"Secara keseluruhan, penyelidikan kami menunjukkan bahwa risiko varian Omicron ini, terutama BA.4 dan BA.5, terhadap kesehatan global berpotensi lebih besar daripada BA.2 asli (subvarian Omicron sebelumnya)," ungkap Profesor Sato yang dikutip dari laman Independent UK, Rabu (22/6/2022).

Dalam penelitiannya, Profesor Sato menunjukkan bahwa BA.4, BA.5 dan BA.2.12.1 mereplikasi lebih efisien pada sel paru-paru manusia, jika dibandingkan dengan subvarian BA.2. Saat dilakukan percobaan pada hamster, BA.4 dan BA.5 bisa menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Menurut ahli virologi di University of Leeds, Dr Stephen Griffin, kedua varian baru itu mungkin akan menyebabkan infeksi yang lebih berbahaya.

"Sepertinya hal-hal ini beralih kembali ke bentuk infeksi yang lebih berbahaya, jadi turun ke paru-paru," kata Dr Stephen.

Seperti yang diketahui, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 akhir-akhir ini disebut sebagai penyebab melonjaknya kasus COVID-19 di beberapa negara di dunia, Inggris salah satunya.

Bahkan, menurut direktur Unit Riset Operasional Klinis di University College London, Profesor Christina Pagel, kemunculan varian baru ini kemungkinan bisa memicu gelombang baru dan memiliki kemampuan lebih besar untuk lolos dari sistem kekebalan.

"Gelombang saat ini diendapkan terutama oleh BA.4, BA.5, dan BA.2.12.1 menjadi dominan dan mendorong gelombang baru, kemungkinan karena kemampuan yang lebih besar untuk lolos dari kekebalan dari infeksi dan vaksin sebelumnya," jelasnya.

Simak Video 'Waspadai Gelombang Covid Baru, Ahli Sarankan Vaksinasi Dosis Keempat':

[Gambas:Video 20detik]



(sao/naf)