ADVERTISEMENT

Minggu, 26 Jun 2022 18:30 WIB

Cerita Andien Aisyah Tersentuh Perjuangan Ibu di CFD Dapatkan Ganja Medis

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Viral aksi seorang ibu di CFD memperjuangkan legalnya ganja medis karena anak idap lumpuh otak. Ibu Santi di CFD sedang memperjuangkan ganja medis (Foto: @andienaisyah (atas izin yang bersangkutan))
Jakarta -

Penyanyi Andien Aisyah mengungkapkan perasaan hatinya yang tersentuh usai melihat seorang ibu membawa poster berisi tulisan "Tolong Anakku Butuh Ganja Medis".

Andien menemukan seorang ibu tersebut saat di sela-sela kegiatan olahraga di Car Free Day (CFD), Minggu (26/6/2022).

Penyanyi Jazz itu berhenti dan mendekati ibu tersebut bersama seorang remaja yang diketahui sebagai anaknya, di sampingnya. Sesampainya, Andien makin terenyuh begitu didekati sang ibu langsung menangis.

Akhirnya, penyanyi cantik ini kemudian memutuskan untuk berbincang dengan ibu tersebut. Diketahui ibu itu bernama Santi yang memiliki anak mengidap Cerebral Palsy bernama Pika.

"Tadi di CFD, ketemu seorang Ibu yang lagi bawa anaknya (sepertinya ABK), bawa poster yang menurutku berani banget. Pas aku dekatin beliau nangis. Remuk hati aku," dikutip dari detikcom dari akun Twitter Andien, atas izin yang bersangkutan Minggu (26/6/2022).

"Kondisi kelainan otak ini sulit diobati dan treatment yang paling efektifnya pakai terapi minyak biji ganja/CBD oil," tutur Andien lagi.

Andien juga menjelaskan bahwa Ibu Santi tengah dalam perjalanan menuju ke Mahkamah Konstitusi. Dia juga membawa sebuah surat yang ditaruh di bawah stroller yang digunakan Pika.

"Mau kirim surat bertepatan dengan Hari Anti Narkotika Internasional," lanjut Andien.

Sebelumnya, aksi Ibu Santi ini juga sempat diposting beberapa akun media sosial, seperti Dwi Pertiwi. Dwi Pertiwi merupakan ibu dari almarhum Musa, anak pemohon uji materi larangan ganja untuk medis, yang meninggal di usia 16 tahun Desember 2020 usai berjuang melawan cerebral palsy.

Dwi juga bercerita bahwa Pika, anak Ibu Santi yang berjuang melawan cerebral palsy itu kerap mengalami kejang setidaknya dua kali dalam seminggu.

"Dan setiap kali Pika kejang, hasil latihan fisioterapi, terapi wicara dan terapi-terapi tumbuh kembang lainnya kembali ke nol. Pika kembali lagi ke kemampuan awal dia seperti bayi, dia harus berjuang dari awal," ceritanya dalam akun Instagram pribadi @budhesomplak, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Minggu (26/6/2022).
Sayangnya, kondisi Pika menurut Dwi terus melemah jika kejang kerap terjadi, baik dari kemampuan motorik hingga kognitif.

"Seperti aku utarakan berkali-kali, bahwa kejang adalah momok bagi semua orang tua anak yang menderita lumpuh otak. Dan pengalamanku membuktikan hanya ganja yang mampu menghentikan kejang tanpa efek samping," cerita Dwi, mengenang pengobatan sang anak.

Sebagai ibu yang juga turut merasakan derita perjuangan Santi, Dwi merasa Pika layak mendapatkan hak untuk sembuh dengan harapan Mahkamah Konstitusi segera melegalkan ganja medis untuk pengobatan.

"Santi berjuang supaya tidak ada lagi Musa-Musa lainnya yang harus meregang nyawa hanya karena kami masih menunggu kepastian dari yang mulia Mahkamah Konstitusi," terang dia.



Simak Video "Penggunaan Ganja Medis Juga Punya Risiko, Apa Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Adu Perspektif
×
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela Selengkapnya