ADVERTISEMENT

Senin, 27 Jun 2022 07:23 WIB

WHN Serukan Cacar Monyet Jadi Pandemi, Ini Kata Ahli

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Uni Eropa: Lebih dari 200 Kasus Cacar Monyet Terdeteksi di Seluruh Dunia WHN serukan cacar monyet jadi pandemi, ini kata ahli (Foto: DW (News))
Jakarta -

Belakangan Jaringan Kesehatan Dunia atau World Health Network (WHN) mencuri perhatian publik setelah menetapkan penyakit cacar monyet sebagai pandemi. Keputusan ini mencuat setelah kasus cacar monyet dilaporkan di 58 negara non endemik.

Menurut WHN, sangat penting untuk segera menetapkan wabah cacar monyet sebagai pandemi. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyakit ini semakin meluas ke seluruh dunia.

"Tidak ada pembenaran menunggu pandemi monkeypox berkembang lebih jauh. Waktu terbaik untuk bertindak adalah sekarang. Dengan mengambil tindakan segera, kita dapat mengendalikan wabah dengan sedikit usaha, dan mencegah konsekuensi menjadi lebih buruk," kata President of New England Complex System Institute sekaligus salah satu pendiri WHN, Yaneer Bar-Yam.

Dengan perkembangan kasus yang semakin pesat, mungkinkah penyakit cacar monyet menjadi pandemi?

Menanggapi seruan WHN, dokter penyakit menular asal Rusia, Yevgeny Timakov, mengatakan bahwa cacar monyet tidak bisa dianggap sebagai pandemi karena jumlah kasusnya kecil.

"Penyakit ini tidak bisa dianggap sebagai pandemi karena hanya sedikit yang sakit dan tidak terlalu menular. (Sifat) virus mungkin telah berubah, tetapi tidak menimbulkan bahaya dalam skala global," jelas Timakov dikutip dari TASS, Senin (27/6/2022).

Timakov menyebut virus cacar monyet hanya ditularkan melalui kontak dekat dengan yang terinfeksi.

"Kalau (virus) dari hewan menular ke manusia, itu lebih berbahaya, dibandingkan manusia ke manusia karena (virus) kehilangan patogennya," ujarnya.

Sedikit informasi, cacar monyet merupakan virus langka yang ditularkan ke manusia oleh hewan liar seperti hewan pengerat dan primata. Gejala yang ditimbulkan seperti sakit kepala, nyeri otot dan punggung, pembengkakan kelenjar getah bening, kedinginan dan kelelahan, serta ruam kulit.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), koefisien kematian selama wabah cacar monyet berkisar antara 1 hingga 10 persen dengan mayoritas kematian pada kelompok usia muda.



Simak Video "Ada 17 Suspek Cacar Monyet di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(any/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT