ADVERTISEMENT

Senin, 27 Jun 2022 09:30 WIB

Mengenal Cerebral Palsy, Viral Dikaitkan dengan Legalisasi Ganja Medis

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Viral aksi seorang ibu di CFD memperjuangkan legalnya ganja medis karena anak idap lumpuh otak. Mengenal Cerebral Palsy, diidap oleh anak dari ibu yang berjuang melegalkan ganja medis di CFD. (Foto: @andienaisyah (atas izin yang bersangkutan))
Jakarta -

Baru-baru ini viral seorang ibu memperjuangkan ganja medis legal di Indonesia demi pengobatan anaknya yang bernama Pika. Diketahui, anaknya itu mengidap cerebral palsy dan kerap mengalami kejang setidaknya dua kali dalam seminggu.

Hal tersebut dituturkan oleh Dwi Pertiwi, seorang ibu dari almarhum Musa, anak pemohon uji materi larangan ganja untuk medis yang meninggal di usia 16 tahun usai berjuang melawan cerebral palsy pada tahun 2020.

"Dan setiap kali Pika kejang, hasil latihan fisioterapi, terapi wicara dan terapi-terapi tumbuh kembang lainnya kembali ke nol. Pika kembali lagi ke kemampuan awal dia seperti bayi, dia harus berjuang dari awal," ceritanya dalam akun Instagram pribadi @budhesomplak, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Minggu (26/6/2022).

Apa Itu Cerebral Palsy?

Dikutip dari National Health Service (NHS UK), Senin (27/6/2022), cerebral palsy merupakan kondisi yang mempengaruhi gerakan dan koordinasi. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan otak yang berkembang sebelum, selama, atau segera setelah lahir.

Gejala Cerebral Palsy

Adapun gejala cerebral palsy biasanya tidak langsung terlihat setelah bayi lahir. Mereka biasanya akan muncul selama dua atau tiga tahun pertama kehidupan seorang anak. Berikut gejala cerebral palsy di antaranya:

  • Keterlambatan dalam mencapai perkembangan. Misalnya tidak bisa duduk selama 8 bulan atau tidak bisa berjalan pada usia 18 bulan
  • Gangguan gerakan yang paling umum, seperti otot kaku dan refleks berlebihan
  • Kurangnya keseimbangan dan koordinasi otot (ataksia)
  • Tremor atau gerakan tak sadar
  • Kesulitan untuk berjalan, seperti berjalan dengan jari kaki, berjalan jongkok
  • Kesulitan dengan keterampilan motorik halus, seperti mengancingkan pakaian atau mengambil peralatan
  • Lengan atau kaki lemah
  • Berbagai masalah lain, seperti kesulitan menelan, masalah berbicara, masalah penglihatan, dan ketidakmampuan belajar

Tingkat keparahan gejala dapat sangat bervariasi. Beberapa orang hanya memiliki masalah kecil, sedangkan lainnya mengalami kondisi yang lebih serius.

Penyebab Cerebral Palsy

Cerebral palsy terjadi apabila otak bayi tidak berkembang secara normal saat di dalam kandungan atau setelah lahir. Adapun penyebabnya, seperti:

  • Pendarahan di otak bayi atau berkurangnya suplai darah dan oksigen ke otak
  • Infeksi yang didapat oleh ibu selama kehamilan
  • Meningitis
  • Cedera kepala serius

Namun di beberapa kasus, ada juga yang tidak diketahui penyebab pastinya.

Pengobatan Cerebral Palsy

Sampai saat ini tidak ada obat untuk cerebral palsy, namun beberapa perawatan tersedia untuk membantu seseorang dengan kondisi tersebut, seperti:

  • Fisioterapi, teknik seperti olahraga dan peregangan untuk membantu menjaga kemampuan fisik hingga memperbaiki masalah gerakan
  • Terapi wicara untuk membantu bicara dan komunikasi
  • Terapi okupasi untuk membantu dalam melakukan tugas sehari-hari, menyarankan cara untuk membuat pasien melakukan sesuatu dengan mudah.
  • Obat kaku otot dan kesulitan lainnya
  • Operasi untuk mengobati masalah gerakan atau pertumbuhan


Simak Video "Tujuan Mensos Risma Ajak Jan Ethes saat Salurkan Bantuan"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT